International

Israel Penjahat Perang Yang Benar-Benar Biadab

Yudi Hermawan, S.Psi (Departemen Kebijakan Publik Pengurus Pusat KAMMI)

Sampai hari ini perang di Gaza Paletina terus berkecamuk. Lebih dari 1000 orang tewas, Ribuan orang luka-luka, sekitar 28.000 pengungsi kelaparan. Sungguh pelanggaran HAM berat dilakukan tentara Israel. Mereka juga menggunakan rudal-rudal canggih penghancur banker untuk menghancurkan terowongan-terowong an di Rafah yang menghubungkan Sinai Mesir. Israel juga meggunakan senjata kimia berbahaya berupa fosfor putih dalam agresi brutalnya ke Gaza. Direktur lembaga bantuan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, John Ging, meminta agar dunia internasional melakukan investigasi terhadap Israel yang diduga telah menggunakan senjata-senjata ilegal dalam serangannya ke Jalur Gaza.

Kebiadaban Negara Zionis itu benar-benar sulit diterima dunia international yang terus mengecam serangan Israel ke Gaza. Karena yang dibantai tentara Israel kebanyakan anak-anak, dan ibu-ibu. Wartawan, relawan kemanusiaan, dan tim medis juga tidak luput dari serangan Israel. Keadaan seperti itu, masih belum membuat puas Perdana Menteri Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Ehud Barak, dan juga Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni, yang menjadi arsitek perang di Gaza. Mereka terus memerintahkan tentara cadangan Israel dan tank-tank perang untuk menggempur kota Gaza secara besar-besaran.

Pimpinan Israel memang sudah mabuk perang, mereka semakin membabi buta menyerang Gaza. Resolusi DK PBB pun tidak didengarkan lagi. Bahkan Perdana Menteri Ehud Olmert mengatakan bahwa pihaknya telah mendikte AS untuk Abstain pada saat sidang Dewan Keamanan PBB. Saat sidang DK PBB semua pihak mendukung resolusi, kecuali AS yang abstain. Ini menunjukkan negara Paman Sam itu selalu mendukung dan melindungi Israel dalam perang terhadap umat islam di Palestina. Fakta ini juga menunjukkan betapa lemahnya eksistensi PBB dalam mengupayakan gencatan senjata di Gaza. Resolusi DK PBB tidak didengarkan lagi oleh Israel, yang mendapat dukunngan penuh dari AS. PBB tidak hanya mandul tetapi kelihatan seperti macan ompong. Imbauan Sekjen PBB Ban Ki Moon, gak lebih seperti imbauan anak-anak SDIT yang gak didengarkan Israel.

Walaupun ketiga orang arsitek perang ini berbeda pendapat dalam menyikapi perang di Gaza. Ehud Olmert menginginkan perang dilanjutkan, karena operasi militer itu belum mencapai tujuan. Ehud Barak mengatakan operasi militer ke Gaza sudah berhasil mencapai tujuan utama mereka memberangus Hamas dan mengembalikan kekuatan Israel. Barak juga mengatakan pengerahan pasukan ke Gaza bisa diperpanjang, jika perlu sampai satu tahun. Livni sepakat dengan Barak. Menurutnya, operasi militer ke Jalur Gaza selayaknya sudah dihentikan atau paling tidak dihentikan sementara tanpa adanya kesepakatan. Livni yang pernah menjadi agen Mossad itu mengklaim bahwa militer Israel baru sukses melemahkan dan memberikan pukulan yang keras pada Hamas tapi belum berhasil menumbangkan Hamas.

Tzipi Livni juga mengakui ketangguhan Hamas. Dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel, Livni mengatakan bahwa militer Israel belum berhasil menghancurkan Hamas meski serangan ke Jalur Gaza sudah berlangsung selama 19 hari. Kekuatan Hamas dan Mujahidin dalam mempertahankan Gaza benar-benar luarbiasa. Hamas berjanji tidak akan mengibarkan bendera putih atau menyerah pada Israel. Mereka hanya takut pada Allah bukan pada negara Zionis Israel. Perdana Menteri Ismail Haniyah, menegaskan bahwa Israel tidak akan memenangkan perang di Gaza.

Sementara itu, Perdana Menteri Turki, Recep Erdogan, menyatakan bahwa DK PBB telah gagal untuk menghentikan kejahatan Israel terhadap Gaza. Dunia menyaksikan kebrutalan Zionis-Israel, dan pembantaian massal di Jalur Gaza. Erdogan menyaksikan film pembantaian di Gaza bersama para ahli hukum. Pemimpin Turki itu, menginginkan agar DK PBB memberikan sanksi yang tegas terhadap Israel. Assosiasi para Pengusaha dan industrialis, juga menyerukan masyarakat Turki melakukan baikot terhadap produk AS, Inggris, dan Israel, karena mereka melakukan perang kotor di Gaza, dan melakukan genoside, serta melakukan agresi militer. Turki sudah tidak sabar lagi melihat ulah Israel, meskipun Turki memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Keadaan seperti itu membuat banyak diplomat merasa frustrasi oleh ulah Israel, yang tidak mengindahkan resolusi DKK PBB di Gaza Palestina.Di tengah-tengah usaha diplomatik yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia, surat kabar Al-Khalij menyatakan, di Ankara sedang ada usaha-usaha yang terselubung, yang dilakukan pihak Israel untuk membunuh Perdana Menteri Turki, Recep Erdogan. Al-Khalij, menyebutkan kemungkinan Israel menggunakan sel-sel yang ada di dalam tubuh militer Turki, untuk membunuh Erdogan. di Turki saat ini sikap anti Israel memuncak, ratusan ribu orang berdemonstrasi di Istambul dan Ankara. Demonstran meminta pemerintah Turki, memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

————————————————————————————————————————

Pemimpin Israel Layak di Hukum….

Saya sangat kecewa dengan SBY Presiden RI, yang juga Presiden negara muslim terbesar dunia…Presiden penakut ini diakhir Desember sewaktu Indonesia masih jadi Anggota DK PBB tidak berani mengusulkan untuk menyeret pemimpin Israel Ehud Olmert, Ehud Barak dan Livni ke Mahkamah International. Walaupun AS dan Israel tidak ikut menandatangani Roma Statue dan tidak terdaftar di International Criminal Court (ICC). Tapi bukan berarti Petinggi-petinggi negara Zionis itu seenak hati membantai rakyat Gaza. Kalau Slobodan Melosevic saja bisa diseret ke Mahkamah international mengapa, Ehud Olmert, Ehud Barak dan Livni sebagai arsitek perang Gaza gak bisa diseret ke Mahkamah International. ..ini benar-benar Aneh.

SBY tidak seberani pemimpin Amerika latin seperti Hugo Chaves dan Evo Morales. Hugo Chaves berani mengusir duta besar Israel untuk Venezuela dan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara zionis itu. Sedangkan Evo Morales pemimpin Bolovia, tidak hanya memutus hubungan diplomatik, Morales mengatakan bahwa ia akan mencari upaya untuk membawa para pejabat pemerintah Israel termasuk perdana menterinya Ehud Olmert ke Pengadilan Kriminal Internasional dengan tuduhan genosida terhadap rakyat Palestina. Morales juga mengecam PBB dan Dewan Keamanan PBB yang terlihat setengah hati merespon krisis yang terjadi di Gaza.

Lebih parah lagi Mesir negara penghianat ini, sampai hari ini terkesan berkonspirasi dengan Israel untuk menghancurkan Hamas. Presiden Mesir juga tidak hadir dalam KTT Liga Arab. Ane malah berpikir bagaimana kalau sekretariat liga arab dipindah ke Caracas (Venezuela) atau ke Teheran saja. Dari pada ditempatkan dinegara yang sama sekali tidak membela rakyat Gaza. Sebagai negara arab, Pemimpin Mesir lebih senang lihat Hamas dan rakyat Gaza mengalami penderitaan hebat dengan menutup perbatasan Rafah. Mesir memang negara Arab penghianat.. .!

(Sebuah Catatan Tentang Perang…!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: