Oleh: macandunia | 16 32008pUTC11bUTCWed, 05 Nov 2008 05:39:58 +0000 2008

Politik Energi, Perlombaan Senjata

Politik Energi, dan Perlombaan Senjata

Oleh : Yudi Hermawan, S.Psi

Krisis di Georgia dan perang antara separatis didukung Rusia dengan pemerintah Georgia bisa menaikan harga minyak dunia sampai 115$ perbarel. Hal ini akan menambah ketegangan antara Timur dan Barat. Sekitar 2000 orang meninggal dan tentara Rusia menyerang terus kewilayah Georgia. Sekitar 50 pesawat tempur Rusia membom bandara-bandara dan pipa Gas, serta kota-kota di Georgia. Pipa gas terpanjang no.2 didunia yang menghubungkan antara Ukraina dan Eropa pun tak luput dari serangan Rusia. Semua ini berawal berangnya Rusia atas bergabungnya Ukraina dan rencana Giorgia bergabung ke Nato. Satu-persatu negara bekas Uni Soviet pindah ke Nato. Ini bisa mengganggu dan membahayakan eksistensi Rusia dibekas negara-negara Uni Soviet dan Eropa Timur.

Pada dekade 1990-an negara Super Power Uni Soviet mengalami krisis ekonomi dan militer. Uni Soviet akhirnya bubar membentuk Comment Welt Independen States, yang beranggotakan 15 negara bekas Uni Soviet. Kalau awalnya Uni mengatur kedaulatan kedalam dan keluar anggota negara-negara yang tergabung dalam Uni Soviet (Uni=kumpulan, Soviet=buruh), tapi setelah menjadi Comment Welt Independen States maka negara-negara bekas Uni Soviet hanya memiliki keterikatan keluar saja, itupun hanya untuk urusan yang tidak strategis. Rusia sebagai negara terbesar di Uni Soviet Bangkit dari krisis ekonomi politik dan militer pada dekade 2000-an membangun kembali pengaruhnya dinegara-negara bekas Uni Soviet dan Eropa Timur. Kontan saja ketika Ukraina bergabung dengan Nato dan akan disusul Giorgia membuat marah Moskow. Tak ayal lagi moskow memblokade Giorgia dan terus menyerang Giorgia. Perdana Menteri Rusia mengatakan kalau Buss (AS dan sekutunya…) saja bisa semena-mena menyerang Irak dan Afganistan sebuah negara yang berdaulat. Mengapa Rusia tidak berani… Menyerang Georgia yang akan bergabung ke Nato (organisasi militer AS dan sekutunya).

Hal ini juga masih ada kaitannya dengan krisis diteluk dan Timur Tengah (Timteng). Rusia dan Cina selama ini sekutu dekat Iran. Iran sendiri memiliki cadangan dan pengekspor minyak no.4 dunia. Iran juga punya hubungan dan kerjasama nuklir dengan korea Utara, dan tergabung dalam Fakta pertahanan negara-negara yang didukung Rusia. Ketika AS dan Israel mengancam akan menyerang reaktor nuklir Iran Presiden Iran Ahmadinejad bersama Komandan Garda Revolusi langsung berkata; Siapa saja yang mengganggu kedaulatan negeri para Mullah itu akan dipotong tangannya. Bahkan Komandan Tertinggi militer Iran sempat mengancam akan menutup selat Hormuzt. Selat Hormutz tempat lalu lintas minyak dunia sekitar 40%. Kalau selat Hormuzt ditutup oleh militer iran maka 40% pasokan Minyak Dunia akan terganggu. Hal ini menyebabkan harga minyak dunia bisa mencapai 147$ perbarel dan tentunya akan menambah sengsara kehidupan penduduk didunia ini.

Rusia yang sangat tergantung suplay minyak dari Iran pun mengatakan, siapa saja negara yang menyerang Iran sama dengan menyerang kami (Rusia). Singkat kata saya menyimpulkan: perlombaan senjata dan peperangan dimulai dari rebutan tambang Gas dan minyak bumi di Timur Tengah dan Eropa serta tempat-tempat lainnya. Kita tahu minyak bumi salah satu energi penting untuk militer dan Industri (perekonomian). Kalau saja negara-negara maju kehabisan minyak bumi maka industri mereka akan collaps dan militer tidak akan bisa menjalankan Pesawat, Tank-Tank perang, Kapal Perang, Kapal Selam. Pabrik-pabrik pembuat senjata tidak bisa beroperasi. Dalam politik energi ini, minyak bumi atau energi yang tak terbaharukan sangat vital untuk kemajuan dan pertahanan, serta hajat hidup sebuah negara. Negara yang kaya minyak pasti kaya raya dan memegang peranan penting dalam membangun perekonomian dan peradaban dunia. Demikian tulisan ini tentang politik energi, perlombaan senjata dan perang kawasan.

di Posting: 5 Noverber 2008


Kategori

%d blogger menyukai ini: