Oleh: macandunia | 16 42008pUTC11bUTCThu, 06 Nov 2008 21:39:45 +0000 2008

…dan bersiap-siagalah! (crisis on the way)

…dan bersiap-siagalah! (crisis on the way)

Krisis global makin meluas efeknya, dan masih belum akan berhenti. Yang saya heran, pemerintah kita masih mau ikut IMF. Padahal Amerika saja tidak bisa mereka selamatkan. Bahkan di saat negara-negara lain menurunkan suku bunga, Indonesia dengan tenangnya menaikkan suku bunga, nurut IMF, mengulang hal yang sama yg dilakukan pemerintah pada krisis 1997.

Kalau kita perhatikan, ketika terjadi krisis kebijakan yang cenderung diambil oleh negara-negara di dunia adalah menurunkan suku bunga. Saya pikir, sebenarnya mereka sudah paham bahwa suku bunga (riba) telah menyebabkan krisis, menurunkannya akan memperlambat atau menurunkan efek krisis. Kalau begitu, kenapa tidak sekalian suku bunga dihilangkan saja? Sepertinya ketamakan untuk memiliki harta tanpa usaha (riba) masih dimiliki oleh penguasa-penguasa dunia sekarang.

Krisis masih akan terus berlanjut. Ada baiknya kita segera mengganti aset-aset uang kertas kita dengan aset-aset riil (tanah, emas, dll). Uang kertas sendiri bagian dari sistem riba. Menjauhinya akan membantu kita bertahan dari krisis yang disebabkan riba ini. Bagaimana prosesnya, insya Allah akan saya coba rangkumkan dari taujih-taujih dosen finansial saya, kalau ada kesempatan :)

Ohya, saya kutipkan artikel bagus sebagaimana di bawah, semoga dapat meningkatkan sense of crisis kita semua.
d posting : 7 November 2008

Oleh: macandunia | 16 32008pUTC11bUTCWed, 05 Nov 2008 08:15:27 +0000 2008

Perang Psikologi, Sebagai Upaya Pemenangan Peperangan Global

Perang Psikologi, Sebagai Upaya Pemenangan Peperangan Global

(Psikologi Militer)

Oleh: Yudi Hermawan, S.Psi

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu dapat menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain  mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya”.{Al-Anfal: 60}

 

 A.     Konsep Dasar Perang

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya sudah sangat mengenal tentang ilmu psikologi. Didalam ilmu psikologi banyak hal yang bisa kita bahas mengenai persoalan kehidupan sehari-hari kita. Hal yang akan kita bahas adalah perang psikologi dalam upaya memenangkan suatu peperangan, dalam dunia global. Kita tahu bagaimana peran psikologi cukup berpengaruh dalam melakukan rekayasa untuk mengalahkan musuh-musuh dalam suatu peperangan.

Secara umum tujuan  perang psikologi berusaha untuk melemahkan  moral spirit anggota suatu masyarakat,dan mempengaruhi taraf keutuhannya. Ia juga menumbuhkan rasa gentar, ngeri,  dan takut, serta mengangkat keinginan pihak yang bersangkutan. perang ini juga untuk memasukkan pengaruh aliran dan corak pemikiran, serta memaksa pihak musuh menerima realita yang dipaksakan.

            Mungkin kita menilai bahwa perang psikologi adalah seni untuk menggunakan semua sarana dan prosedur propaganda atau non propaganda yang dilakukan oleh pihak tertentu guna mempengaruhi moral pihak yang lain. Hal itu tercermin dalam mempengaruhi keinginan, aliran, keyakinan, perasaan, dan pola pikir serta corak perilaku yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa perang psikologi ruang lingkupnya luas.

            Ketika datang dakwah islam, Nabi  Muhammad S.A.W. tidak diperintahkan berperang, dimana  tugasnya menyampaikan risalah dengan cara-cara damai dengan bersandar hikmah dan nasehat yang baik, memberikan kabar gembira dan peringatan serta Toleransi. Nabi mencoba memanfaatkan sisi kejiwaan dalam mengangkat dan mengukuhkan moral para pengikutnya yang sedikit, yaitu orang-orang yang beriman dengan risalahnya. Beliau memerintahkan mereka bersabar  dan menahan diri memanfaatkan dorongan-dorongan kemanusiaan dengan cara mengabarkan apa yang dijanjikan  Allah  kepada mereka diakhirat kelak, yaitu syurga. Selain itu, beliau juga memanfaatkan sisi kejiwaan ini untuk mempengaruhi kejiwaan  dan mental orang-orang kafir dengan memberitahukan ancaman adzab dan siksa neraka untuk mereka.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu dapat menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain  mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya”.{Al-Anfal: 60}

            Rasullullah  S.A.W. bersabda,“Aku diberi pertolongan dengan perasaan takut sejauh perjalanan sejauh satu bulan. Dan beliau bersabda,“Perang adalah tipu daya”.

 

B.     Sasaran-Sasaran Perang Psikologi

Perang psikologis digunakan untuk mencapai beberapa keuntungan dan tujuan dengan cara merealisasikan sasaran-sasaran berikut :

1.  Mendapatkan dukungan international dengan cara membuat opini international atau menyesatkannya dengan keabsahan suatu masalah. Ini dilakukan untuk mendapat bantuan ekonomi, politik, dan militer, serta kesuksesan dalam mengisolasi musuh secara international.

2.  Menciptakan dan menyulut krisis–krisis pada standar international dan nasional dengan tujuan merealisasikan keuntungan-keuntungan tertentu.

3.  Menanamkan benih-benih kehancuran dan perpecahan dalam kesatuan suatu bangsa, melalui cara :

Membangkitkan bangsa-bangsa untuk menentang pemerintahnya.

Menaburkan jurang pemisah antara dua jenis (kelamin); pria dan wanita.

Menimbulkan fitnah-fitnah antar partai, dan salah satu contohnya perseteruan partai-partai dilibanon pada tahun 1975.

Menimbulkan fitnah antara pemerintah dengan sekutunya.

Menimbulkan fitnah-fitnah antar lapisan dan satuan angkatan bersenjata, atau antar angkatan bersenjata dengan sektor-sektor siplin. & Membangkitakan fitnah kelompok suku atau agama, atau ras.

4.  Menanamkan benih-benih keraguan dalam suatu masyarakat, dengan cara :

Membuat keraguan pada akidah dan nilai-nilai agama.

Menanamkan keraguan terhadap prinsip-prinsip nasionalisme.

Menanamkan keraguan terhadap potensi masyarakat untuk mencapai kemenangan.

Menanamkan keraguan terhadap kemampuan pemimpin-peminpin politik disuatu negara.

 

C.     Konspirasi dan Rekayasa Pemenangan

Salah satu teknik perang psikologi adalah rekayasa konflik dan merangkai konspirasi dengan cara memanipulasi peristiwa-peristiwa ringan kemudian membesar-besarkannya agar terjadi konflik kepentingan untuk mempengaruhi psikologi dan mental musuh. Khalid bin  Al-walid sebagai panglima perang, pernah merekayasa dan menciptakan rasa takut dan cemas pada musuhnya. Caranya dengan memamerkan kekuatan, menambah besarnya kekuatan, dan kemampuan serta kelebihan dalam menggunakan  kekuatan, serangan taktis yang dahsyat. Ia membatasi lokasi serangan-serangannya dipihak musuh dan melakukan serangan bertubi-tubi untuk menaklukan barisan lawan.

 Amerika Serikat juga melakukan rekayasa konflik, untuk memenangkan peperangannya. Karena zona-zona keamanannya mencakup suatu persatuan yang disebut persatuan penyulut konflik. Amerika memanipulasi rekayasa konflik dan membesar-besarkan peristiwa dengan memakai alasan yang lemah dan merealisasikan  tujuan–tujuan  strategisnya. Sudah teramat banyak bukti-bukti yang menguatkan hal tersebut diantaranya :

Rekayasa konflik rudal dengan kuba pada tahun 1958 dengan tujuan memblokir kuba dan mengisolir uni soviet dari dunia international.

Rekayasa kemelut sandera di Iran setelah revolusi islam yang terjadi tahun 1979.

Rekayasa konflik masalah perbatasan antara irak dan iran.

Rekayasa konflik tim investigasi senjata di Irak sebagai pendahuluan menyerang irak, guna menguasai harta dan kekayaan kawasan itu.

Rekayasa konflik terorisme setelah serangan atas gedung WTC pada tanggal 11september 2001 untuk mengitervensi negara-negara islam, dengan dalih memerangi terorisme.

“setiap kalian berkewajiban (menutupi) suatu kelemahan dari kelemahan-kelemahan islam, maka janganlah sampai kelemahan itu datang dari kamu” {Sabda Rasulullah S.A.W.}

Maka bersabarlah  kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegarakan (adzab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat adzab yang diancamkan kepada mereka (merasa), seolah-olah tidak tinggal (didunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup,  maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik” {Al-Ahqaf:35}

di Posting : 5 November 2008

Oleh: macandunia | 16 62010pUTC08bUTCSat, 21 Aug 2010 15:32:04 +0000 2008

Idrus Marham di Kado Krupuk & Burung

Idrus Marham Dikado Merpati Putih, Tikus Putih & Kerupuk Foto oleh Rabu, 23/12/2009 15:02 WIB Jakarta – Ketua Pansus Angket Century Idrus Marham sumringah. Dia dihadiahi merpati putih, tikus putih dan kerupuk oleh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Hadiah merupakan pesan dalam menangani kasus Century. “Saya beri Bapak burung putih supaya Pansus ini menjadi penyampai pesan yang baik namun tidak terkungkung di ruangan ini. Semoga Pansus bisa bebas dalam mengungkap kebenaran,” ujar salah seorang perwakilan dari HMI saat memberikan burung merpati putih dalam sangkar kepada Idrus di Gedung DPR, Senayan, Rabu (23/12/2009). Idrus lalu melepas merpati tersebut. Merpati terbang namun sempat jatuh karena menabrak salah satu dinding di DPR.Sedangkan tikus yang diberikan pada Idrus merupakan simbol agar koruptor di Gedung DPR ini bisa diringkus dan tidak berkeliaran lagi di Gedung DPR.Idrus langsung menutup tikus ke dalam kerangka bambu. Sedangkan kerupuk bermakna agar Pansus nantinya tidak melempem dalam mengungkap kasus. Krupuk itu berbentuk bundar, putih dan berjumlah 3. “Ini semuanya simbol dan menurut saya baik. Kita akan pantau bersama jalannya Pansus ini dan adik bisa datang kapan saja,” kata Idrus sumringah.Mahasiswa langsung meninggalkan ruang Pansus. Rencananya pada pukul 15.00 WIB Idrus akan menemui facebookers dan Forum Umat Islam (FUI). http://www.detiknews.com/read/2009/12/23/150221/1265206/10/idrus-marham-dikado-merpati-putih-tikus-putih-kerupuk

Oleh: macandunia | 16 42010pUTC01bUTCThu, 28 Jan 2010 02:35:36 +0000 2008

The 3rd International Youth Gathering

The 3rd International Youth Gathering (IYG) from

The 3rd International Youth Gathering (IYG) from

The Union of NGO’s of The Islamic World (UNIW)

Jakarta, 20 Januari 2010. Pertama kalinya, Pertemuan Internasional Pemuda Negara Muslim Dunia diselenggarakan di Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kedua setelah agenda Internasional ini didirikan dan mengadakan pertemuan Pertama dan Kedua di negara pendiri yaitu Istanbul Turki.

IYG UNIW didirikan tahun 2008 di Istanbul Turki, kemudian pada pertemuan kedua kembali diadakan di Turki tahun 2009 dengan jumlah peserta 150 orang dari 16 negara. Pada pertemuan di Jakarta ini, 18-24 Januari 2010, The 3rd IYG dihadiri 110 peserta dari 22 negara termasuk Indonesia.

Rijalul Imam peserta The 2nd IYG dan The 3rd IYG yang juga merupakan Ketua PP KAMMI memahami arti penting landasan berdirinya IYG, Ia mengatakan bahwa landasan berdirinya IYG di Turki merupakan semangat pemuda muslim untuk mempunyai spirit bersama memahami pentingnya menjaga nilai-nilai Islam dalam seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa, bernegara.

Menurut Rijal yang juga karena organisasi KAMMI sebagai bagian dari panitia yang ditunjuk menyelenggarakan acara pada tahun ini, tema pertemuan adalah Youth Contribution for Better World. Pada penyelenggaraan pertama dan kedua di Istanbul Turki, kegiatan-kegiatan lebih kepada napaktilas peradaban Islam. Sementara pada pertemuan ketiga ini para peserta selain diajak ke sejumlah tempat bersejarah dan bertemu dengan sejumlah menteri, mereka juga melakukan diskusi terkait dengan isu global belakangan ini.

Isu global yang menjadi bahan diskusi / FGD kegiatan ini adalah mengenai pendidikan di negara-negara Muslim, perubahan iklim dunia, serta persoalan terorisme.
Peserta dari negara lain di antaranya dari Jerman, Australia, Kanada, Turki, Masedonia, Palestina, Iran, Irak, Yaman, Sudan, dll.

Oleh: macandunia | 16 42010pUTC01bUTCThu, 28 Jan 2010 02:22:34 +0000 2008

Peserta IYG bersama Gubernur DKI Jakarta

21 January 2010

Peserta IYG bersama Gubernur DKI Jakarta


Foto oleh agus parina

21 Januari 2010

kammi.or.id-Ancol, Jakarta. Agenda The 3rd IYG siang tadi adalah makan siang bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo diselenggarakan di Candi Bentar, kawasan Ancol. Gubernur yang juga didampingi oleh pasangan Abang None Jakarta 2009 menyampaikan dalam sambutan berbahasa Inggris-nya yaitu harapan-harapan agar bisa terjalin kerjasama lebih lanjut serta lebih erat antara pemuda-pemuda di Indonesia dengan pemuda-pemuda internasional dalam berbagai bidang.

Dalam acara penyambutan yang dimulai dengan tarian itu juga tidak lupa diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh gubernur.

Oleh: macandunia | 16 22009pUTC05bUTCTue, 19 May 2009 13:25:30 +0000 2008

Siapa Sesungguhnya Obama…!

Siapa Sesungguhnya Obama…!
 
Barrack Obama membawa kalungan bunga dalam Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem, pada hari Rabu, 23 Julai 2008.

1. Obama memakai Yarmulke, lebai orang Yahudi.

2. hanya orang Yahudi saja dibenarkan mendampingi Master Jew.

3. Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew (Perbuatan ini dilakukan oleh orang Yahudi untuk menyampaikan mesej rahasia sesama orang Yahudi saja).

Barrack nama pertama Obama adalah nama Yahudi yang berasal dari ayat “baruch”. Kebanyakan ahli ibadat Yahudi menggunakan nama “baruch”sebagai nama pertama mereka. Bekas perdana menteri Israeliaitu Ehud Barak juga mengambil nama sempena nama “baruch”. Nama kedua Obama juga hampir sama dengan “Ahabah”. Bent Ahabah adalah nama untuk synagogue (satu upacara multilation untuk bayi-bayi Yahudi).

Ketika berusia 10 tahun, Obama pernah ke sekolah sosialis Yahudi atau disebut “kibbutz”. Obama menyatakan bahawa dia hanya menggunakan tandas sekolah itu pada waktu itu. Namun ada saksi lain menyatakan bahawa Obama telah menghadiri kelas selama tiga jam di sekolah tersebut. 

        
Obama sedang melakukan ritual Yahudi.

Obama mendapat sejumlah 77% undi dari pengundi Yahudi. Berbanding John Kerry yang hanya mendapat 74% undi daripada pengundi Yahudi pada 2004. Pada tahun 2000, Al Gore paling banyak mendapat undi daripada pengundi Yahudi yaitu sejumlah 79%. Obama mendapat banyak undi dari pengundi Yahudi di Connecticut dan Massachusetts . Di Connecticut, 61% Yahudi menyokong Obama. Yahudi mulai suka pada Obama kerana banyak kenyataan Obama secara terbuka menyokong rejim Israel .

“My view is that the United States’ special relationship with Israel obligates us to be helpful to them in the search for credible partners with whom they can make peace, while also supporting Israel in defending itself against enemies sworn to its destruction” kata Obama dalam kenyataan medianya pada Haaretz pada 15 Februari 2007.
Ramai orang bergembira melihat Barrack Obama menang Presiden Amerika Syarikat. Seolah Barrack Obama adalah Presiden Dunia yang baru. Ramai yang tidak sadar bahawa rekor peperangan yang dibuat oleh Demokrat adalah lebih banyak dari Republikan. Namun ada juga yang menyebut bahwa tidak ada bedanya antara Bush dan Obama. Cuma mungkin yang baru ini adalah “Bush Kulit Hitam”. Benarkah begitu?

 
Gambar: Obama dinasihati oleh Rahm Emanuel, seorang Yahudi ketika kampanye Presiden


PadaNovember 2008, Rahm Emanuel (seorang Yahudi, anak seorang Israel ) baru saja ditawarkan jabatan oleh Obama menjadi White House Chief Of Staff. Dan lebih mengagetkan lagi bila mentor Obama sendiri yaitu Abner Mikva menyatakan “Obama will be the first Jewish President Of USA ” dalam Jerusalem Post pada 5 November 2008 .

“Our job is to rebuild the road to real peace and lasting security throughout the region. Our job is to do more than lay out another road map. That effort begins with a clear and strong commitment to the security of Israel : Our strongest ally in the region and its only established democracy. That will always be my starting point.” ucapan Obama ketika bicara kepada kumpulan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) di Chicago pada 2 Mac 2007.

Nampaknya jika dasar Bush dianggap sebagai kejam dan keras terhadap dunia Islam, apa kurangnya dengan Obama? Dasar Obama mungkin halus dan “makan dalam”. Musuh yang “silent killer” lebih bahaya dari musuh yang nampak secara nyata. Presiden Amerika tetap Presiden Amerika, mereka datang dari pelobi yang sama.

Berhati-hatilah kita…

AZRINIZAM IBRAHIM
Presiden Gabungan Pemimpin Mahasiswa Malaysia (GPMM)

(Catatan Lama)

Oleh: macandunia | 16 22009pUTC05bUTCTue, 19 May 2009 13:17:33 +0000 2008

Kelompok Nasionalis, Militer, dan Kapitalis : Antara kolaborasi dan Kompetisi

Kelompok Nasionalis, Militer, dan Kapitalis : Antara kolaborasi dan Kompetisi

Maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya engkau dalam kebenaran yang nyata. (An-Naml : 79)
Maka berpegang teguhlah kepada wahyu yang diturunkan kepadamu. sesungguhnnya kamu berada dijalan yang lurus. (Az-Zukhruf : 43)

Saat ini kondisi bangsa Indonesia sangatlah menyedihkan, bencana terjadi disana sini, kemiskinan merajalela, busung lapar dimana-mana, banyak anak bangsa yang putus sekolah. Hal ini masih ditambah dengan beban kehidupan yang semakin berat, dengan dinaikkannya BBM oleh pemerintah. Sebagian kalangan mahasiswa merasa keberatan terhadap hal ini. Karena kebijakan yang ada didasarkan pada kepatuhan atas ajaran yang tertuang dalam ideologi neo-liberalisme. Yang terpokok dari ideologi neo-liberalisme adalah dikarantinanya peran sosial negara dan menjadikan pasar bebas sebagai kiblat dari semua transaksi ekonomi. kecenderungan ini membawa akibat serius bagi kehidupan mayoritas rakyat yang masih berada dalam krisis.

Kerasnya suara perlawanan ditingkat akar rumput ini telah memperluas wacana ideologi neo-liberalisme dan kapitalisme pada semua komunitas masyarakat sipil. Aksi penentangan yang tidak percuma mengingat saat ini, banyak kalangan mulai kembali menelaah, apa sesungguhnya yang ada di balik ideology neo-liberalisme dan kapitalisme global yang telah menguasai dunia saat ini. Kiprahnya pun tidak dipandang secara holistik. Dalam Sejarah tentang pergerakan modal tak lagi ditatap sebagai soal ekonomi semata akan tetapi juga ditinjau dari sudut politik, social bahkan persentuhannya dengan keyakinan agama. Dinamika konflik antara modal dengan negara saat ini menemukan babak baru dan melaluinya beberapa teori perubahan sosial.

Pada saat ini telah dirumuskan.dalam paparannya, Anthony Giddens menyatakan kalau modernitas disangga oleh kekuatan kapitalisme, negara bangsa, organisasi militer dan industrialisasi. Kapitalisme merujuk pada sejumlah prinsip struktural yang mendasari praktik akumulasi modal dalam konteks pasar produksi dan tenaga kerja yang kompetitif. Sedang negara-bangsa menunjuk ada prinsip struktural yang mengoordinasi praktik kontrol atas informasi, supervisi sosial dan pemata-mataan. Lalu militerisme menyangkut prinsip struktural yang mendasari praktik pengontrolan atas alat-alat kekerasan dalam konteks industrialisasi perang. Akhirnya industrialisme menyangkut prinsip struktural yang mendasari praktik-praktik yang bertujuan untuk mengubah alam atau pembangunan lingkungan non alami.

Keempatnya merupakan tulang punggung yang menghamba pada modernitas dan darinya proses transformasi sosial masyarakat bekerja. Dalam konteks perbincangan kali ini, kapitalisme kiranya menjadi sistem yang berkait-erat dengan proses berjalin-kelindanya modal. Kapitalisme membawa dunia pada sistem perekonomian yang tunduk pada norma serta aturan pasar. Terobosan kapitalisme adalah membentuk sistem pasar yang hegemonic. Dimana kekuasaan privat juga memiliki kemampuan untuk mencipta pengaruh pada kawasan publik. Mengapa kekuatan kapitalisme bisa sejauh itu dampaknya?

Adam Smith adalah peletak dasar pemikiran kapitalisme yang menjelaskan bekerjanya mekanisme hukum pasar atas dasar dorongan kepentingan-kepentingan pribadi. Karena kompetisi dan kekuatan individualisme dalam menciptakan keteraturan ekonomi.Melaluinya, kapitalisme melakukan klasifikasi antara nilai guna, dengan nilai tukar yang ada pada setiap komoditi. Ukuran riil dari nilai tukar komoditi, harus dilihat dari kondisi pertukaran, dimana ukuran riil dari nilai komoditi adalah kuantitas dari kerja yang berada dalam barang-barang lain yang dapat di pertukarkan di pasar.

Tokoh berikutnya yang penting adalah David Ricardo, yang melakukan kritik terhadap Adam Smith, terutama yang berkaitan dengan nilai komoditi. Menurutnya, nilai komoditi terdapat pada kerja manusia berikut bahan-bahan mentah dan alat-alat kerja. Ricardo menemukan bahwa komoditi yang dijual pada harganya, kira-kira akan setara dengan jumlah kerja yang diperlukan untuk memproduksinnya. Asumsinya satu-satunya nilai tukar, berawal dari jumlah kerja yang digunakan untuk memproduksi, Karenanya dari Ricardo-lah sifat parasit dari seluruh pendapatan yang tidak diperoleh dari kerja terbongkar, sebab darinya kelak akan ditemukan apa yang dinamai dengan nilai lebih dan kerja lebih.

Kedua ilmuwan ini menjadi peletak dasar bagi ideologi kapitalisme awal dan mereka hidup pada masa transisi dari ekonomi sub sistem menuju pada sistem ekonomi pasar, yang mengandalkan pada laba. Sejumlah ilmuwan kemudian memberikan pendasaran historis tentang masa peralihan kekapitalisme ini dengan ditandai oleh sejumlah indicator:pertama meningkatnya output pertanian yang bersamaan dengan pemisahan petani-petani dari tanahnya, kedua pertumbuhan produksi komoditi dan 5 Kalimat yang populer dari Adam Smith:
“Bukanlah dari kemurahan hati tukang daging, tukang bir atau tukang roti, kita mengharapkan mendapat makanan; melainkan dari penghargaan mereka atas kepentingan di mereka masing-masing. Kita camkan dalam diri kita, bahwa
bukanlah dari rasa kemanusiaan, melainkan dan rasa cinta terhadap diri-sendiri; dan tak akan kita berbicara pada mereka mengenai kebutuhan-kebutuhan kita bersama, melainkan atas dasar laba yang bisa mereka raih
( Lih Bonnie Setiawan, Peralihan Kapitalisme Di Dunia Ketiga).

Pembagian kerja, selajutnya akumulasi modal oleh pedagang dan petani kaya. Paul Baran menyatakan bahwa kapitalisme terbentuk ketika terjadi akumulasi modal dalam bentuk modal dagang yang kemudian menjadi dasar ekspansi Eropa dimana negara memberikan dukungan terhadap kompetisi. Dengan demikian, Baran melihat perkembangan kapitalisme sebagai perkembangan disatu wilayah dengan mengorbankan wilayah-wilayah lainnya. Baran berjasa dalam meletakkan dasar-dasar eksploitasi kapitalisme yang dilanjutkan oleh sejumlah teoritisi neo-marxis yang menjelaskan tentang bagaimana ekspansi kolonial ini telah membawa ketergantungan pada sejumlah negara.

Ekspansi kolonial ini juga memperkenalkan kemajuan dari organisasi militer, yang oleh Amartya Sein, telah membawa pada dua tingkat; pertama karakter massal tuntutan militer telah merangsang rasionalisasi proses produksi dan kedua tentara itu sendiri merupakan model bagi organisasi industri dan organisasi sosial. Tapi Perang Dunia II telah mendorong upaya untuk penyusunan kembali pemikiran ekonomi yang kemudian melahirkan ekonomi pembangunan, Gunnar Myrdal menyatakan gagasan pembangunan ini dilatarbelakangi oleh: pertama likuidasi kekuasaan struktur kolonial yang cepat, kedua adanya harapan akan perkembangan di negara-negara terbelakang itu sendiri, ketiga ketegangan internasional, yang memuncak pada perang dingin, yang membuat nasib negara-negara terbelakang menjadi keprihatinan kebijakan luar negeri.

Pasca Perang Dunia II ini telah membawa upaya beberapa negara, terutamaAmerika, untuk memimpin proses rekonstruksi. Instrumen untuk ini ada dalam program besar-besaran yang dinamai dengan Marshal Plan yang bertujuan ganda, pertama untuk menjalankan ekonomi dunia (menurut sistem Bretton Woods) dan menahan laju komunisme. Paling tidak, ada tiga pilar dibalik pemunculan teori pembangunan, yakni; pertumbuhan, perencanaan dan bantuan. Dalam pengertian Gramscian, tatanan dunia pasca perang yang memunculkan gagasan pembangunan ini sangat hegemonik. Mengingat, pertama secara gemilang AS berhasil mendefinisikan kepentingan korporasi ekonominya dalam sebuah kerangka global dan bersedia memikul beban kepemimpinan. Kedua kepemimpinan AS atas sekutu-sekutu Eropa tidak semata-mata dibangun di atas.dominasi ekonomi, politik atau keunggulan militer, tetapi lebih didasarkan pada konvergensi kepentingan dan sikap elite di negara-negara itu, dan semakin meningkatnya penerimaan visi internationalis liberal AS mengenai ekonomi dunia yang terbuka yang dirancang menguntungkan para pesertanya, meski tidak seimbang.

Tapi, proyek ini ternyata membawa kegagalan serius, sebagaimana yang dinyatakan oleh berbagai kalangan, pertumbuhan dengan tanpa pembangunan tetapi dengan kemiskinan. 1-1 Cheners menyatakan “sekarang jelas bahwa lebih dari satu dekade, pertumbuhan yang pesat di negara-negara terbelakang menghasilkan sedikit sekali. Keuntungan bagi sekitar sepertiga penduduknya”. Yang lebih berbahaya dampak dari adopsi kebijakan pembangunan adalah timbunan hutang yang ada di negara-negara berkembang. Karenanya, diperlukan sebuah strategi baru, yang kemudian dikenal dengan neo-liberalisme. Pada dasarnya neo-liberalisme adalah sebuah reaksi terhadap membesarnya peran negara yang menyebabkan kehancuran sistem pasar. Jalan keluar yang diusulkan oleh ideologi neo-liberalisme adalah melucuti peran negara dan mengembalikan semua transaksi ekonomi kedalam hukum pasar. Sehingga ketika Indonesia terjatuh pada krisis, neo-liberalisme memberikan beberapa penjelasan tentang sebab-musabnya.

Pertama krisis terjadi karena kebijakan makro yang diterapkan sehingga krisis dipandang dalam konteks balance of payment (depresiasi uang, jatuhnya nilai tukar) kedua financial panic yakni kepanikan nasabah Bank, ketiga Bubble Colaps atau model balon mengempis karena perilaku para spekulator, keempat moral hazarrd cyrisis terhadap institusi perbankan dan terakhir disoderly workout yakni kekacauan terjadi ketika peminjam tidak lancar. memprovokasi kreditor untuk berlomba dan memaksa likuiditas. Itu sebabnya kehadiran IMF menjadi diperlukan terutama ketika banyak negara tidak mampu membayar hutangnya kembali.

Semula Meksiko yang gagal membayar hutangnya yang jatuh tempo pada tahun 1982. IMF, pada saat Meksiko mengalami masalah, diperlukan untuk membantu menyelamatkan neraca pembayaran dan mengatur perundingan restrukturisasi utang dengan kalangan Perbankan International. Perannya menjadi kian penting saat Asia memasuki krisis terberatnya pada decade 1997 dimana IMF mencoba ikut memecahkan. Salah satu program IMF yang populer dinamakan dengan SAP {Structural Adjusment Program) yang didasarkan atas keyakinan bahwa sektor swasta lebih efektif, dinamis dan bereaksi lebih baik terhadap ekonomi pasar daripada sektor pemerintah. Karenanya IMF selalu mendorong setiap negara untuk berintegrasidalam pasar dunia melalui beberapa kebijakan, diantaranya :
pertama menurunkan nilai tukar mata uangnya agar lebih kompetitif,
kedua mengurangi hambatan-hambatan perdagangan sehingga mendorong industri lokal lebih kompetitif dalam menghadapi produk impor yang lebih murah,
ketiga memberikan insentif ekspor seperti keringanan pajak dan subsidi keuangan,
keempat merangsang investasi asing dengan menciptakan wilayah perdagangan bebas atau memberikan pembebasan pajak.
Di samping sejumlah program ini juga ada sejumlah bantuan yang berada di bawah program-program IMF yang tetap konsisten dengan paradigma utamanya, yakni mencebur dalam mekanisme pasar bebas. Peran IMF yang terpenting adalah melakukan liberalisasi finansial dan ini sepenuhnya mendapat dukungan penuh Amerika. Bill Clinton yang menetapkan ekonomi sebagai fokus kebijakan luar negerinya membentuk Dewan Ekonomi Nasional yang kedudukannya setara dengan Dewan Keamanan. Liberalisasi Finansial yang dipaksakan pada semua negara tentu memiliki efek yang membahayakan.

Ketika kebijakan Liberalisasi Keuangan ini mendapat dukungan besar dari NATO, yang memiliki tujuan untuk menyebar-luaskan keamanan dan stabilitas yang dinikmati Eropa Barat sejak Perang Dunia II ke Eropa Tengah dan Timur. Penyebarluasan tersebut akan menciptakan prospek yang bagus untuk menarik investasi. Bahkan Cohen menyatakan, strategi pemerintah untuk menentang “kekerasan dan instabilitas-instabilitas yang membahayakan nyawa manusia dan pasar”. Tentu kebijakan ini sudah tentu akan membawa dampak yang muram, terutama ketika dikaitkan dengan pendapat yang dikemukakan pertama kali oleh, John Maynard Keynes. Dikatakan, liberalisasi kapital akan merampas kemampuan negara untuk melaksanakan kebijakan ekonomi yang independen.

Keynes selalu menganggap pasar itu sesungguhnya bersifat irasional. Tetapi, nampaknya Amerika bersikukuh untuk tetap menyakini akan liberalisasi pasar. Dalam laporan sub-komite senat dikatakan, teologi yang menggerakkan sistem ini adalah keyakinan tak tergoyahkan terhadap pergerakan modal bebas tanpa batasan atau regulasi. Tujuan kebijakan AS adalah untuk memastikan keamanan dan mobilitas modal. Sebuah keyakinan yang mesin utamanya adalah IMF dan kekuasaan otoriter ini tentu memiliki, sejumlah kelemahan-kelemahan serius. Tentu ada sejumlah kelemahan-kelemahan yang ada dalam IMF saat menjalankan programnya. Kritikan utama yang selalu muncul adalah cara kerja IMF yang sangat tertutup dan andaikan ada informasi maka itupun informasi yang sangat sepele. Kritik lain adalah tidak adanya akuntabilitas dan evaluasi terhadap sejumlah program IMF.

Apalagi IMF selalu mengaku sebagai lembaga antar pemerintah sehingga tidak merasa perlu bertanggung jawab kepada publik. Akuntabilitas dan evaluasi tidak terjadi karena IMF selalu menghindar berurusan dengan wakil pemerintah dari kalangan yang lebih luas, dengan berdalih pada artikel V status-nya, yang menyatakan bahwa kementrian keuangan dan para pejabat Bank Sentral adalah pihak yang memiliki hubungan langsung dengan IMF. Di sisi lain pendekatan IMF terhadap persoalan tenaga kerja benar-benar mengacu pada pasar, fleksibilitas tenaga kerja akan memberi rangsangan bagi bisnis dan penanaman modal yang pasti akan mendorong kenaikan upah maupun perubahan iklim kerja. Jika negara terus berkembang.

Dampak pendekatan ini yang menyolok adalah melejitnya angka pengangguran. Selain itu juga yang tak kalah hebohnya, perhatian IMF pada perdagangan bebas dan pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan ekspor telah ‘berhasil’ merusak lingkungan. Mengingat sejumlah kelemahan-kelemahan diatas itu pulalah maka ada kritik bahkan tuntutan untuk membubarkan saja institusi ini. Tuntutan yang makin mengeras ini telah mengetuk Washington untuk kembali memikirkan strategi penaklukan sejumlah gerakan oposisi. Diantara taktik yang diterapkan adalah :
1)Washington berusaha memecah-belah oposisi anti diktator dengan mendanai dan mengatur kelompok borjuis liberal sambil mengisolir dan mendemobilisasi gerakan-gerakan kerakyatan sayap kiri.
2)Washington mengkampanyekan transisi hasil negoisasi antara liberal borjuis dan militer yang akan mempertahankan kekuatan bersenjata,memperkuat kebijakan-kebijakan “pasar bebas” dan memperkenalkan pemilihan umum.

Kemunculan sejumlah ornop yang menggerakkan agenda demokratisasi sebenarnya dilandasi oleh motif itu, karenanya beberapa kalangan mulai menggulirkan beberapa kritik, yang berkisar pada; pertama ornop telah menjadi tempat berteduh yang nyaman bagi sejumlah intelektual yang ingin ‘bertahan hidup’, kedua kegiatan ornop telah menjadi komoditas yang berorientasi semata-mata pada proyek yang bisa ‘dijual’, ketiga ornop menjadi lowongan kerja tersendiri yang memiliki potensi untuk menampung tenaga kerja. Ringkasnya, gerakan ornop telah menjadi kekuatan proyek dan lama-kelamaan memang tidak lagi berorientasi gerakan.

Dalam kaitan inilah, proyek neo-liberalisme ditegakkan, ditengah lesunya gerakan kerakyatan dan buasnya kekuatan swasta yang hendak menggantikan kuasa dari pemerintah. Dengan mempertimbangkan itu semua, kiranya ada fungsi dimana ada mandat untuk melawan buasnnya kapitalisme global tersebut. Kelompok Nasionalis harusnya segera menyingsingkan lengannya untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu dan ancaman kapitalisme global. Harusnya antara kelompok nasionalis dan militer yang katanya ideologinya persatuan dan nasionalisme berjuang untuk menyelamatkan bangsa yang hampir rapuh ini.

Tetapi dalam kenyataanya kita tahu semua antara orang nasionalis dan militer tidak bisa akur dan cenderung menerjemahkan nasionalisme kebangsaan secara sempit. Disaat seperti inilah terjadi pertengkaran dan berusaha untuk memegang kekuasaan tertinggi dinegara ini. Sedangkan disaat yang sama kaum kapitalis dengan enjoynya mengeruk harta benda Indonesia dengan sangat rakus. Para kapitalis ini tidak menyiakan-menyiakan peluang untuk merebut kekuasaan dan melakukan korupsi besar-besaran, melalui tender – tender dan memanfaatkan ketertekanan pemerintah oleh lilitan hutang, serta kapitalisme global. Yang jelas-jelas merugikan negara dunia ketiga.

Dari paparan sejarah diatas sesungguhnya udah jelas siapa musuh kita sesesungguhnya. Tetapi mengapa bangsa ini tidak segera melakukan konsolidasi, Untuk membangun negerinya yang telah dicabik-cabik oleh kaum kapitalis. Sudah saatnya kita sadar dan bangkit, bahwa sesungguhnya neo-liberalime dan kapitalisme global harus dilawan. Tentunmya bangsa ini harus mempunyai strategi yang jitu serta politik ekonomi yang mantap. Mari kita belajar dari hugo chaves (presiden Venezuela) dan fidel Castro (presiden Kuba) yang terang mengatakan bahwa kehancuran ekonomi dunia, serta kemlaratan dunia saat ini disebabkan oleh kedua ideology tersebut. Sedangkan sebagai dalangnya adalah Amerika dan sekutunya.

Dalam jangka panjang ekonomi Indonesia akan hancur dan kekuatan negara pun semakin lemah. Karena tidak mampu lagi menghidupi bangsannya sendiri. Para boneka-boneka amerika di indonesia, sebagai representasi kaum kapitalis. Terus mengeronggoti kekuatan negara ini, baik dari segi ekonomi, hukum, politik dll. Kaum militerpun pada saat yang sama tidak akan bisa berbuat banyak, karena mereka kesulitan mendapat bantuan dana untuk memperbaiki persenjataan yang lebih maju dan canggih. Lebih dari itu , bisa aja tank-tank perang, pesawat tempur, dan kapal perang nya tidak bisa berjalan. Karena pemerintah kehabisan cadangan devisa untuk mengimpor BBM dari luar negeri, yang disebabkan melonjaknya harga minyak dan meningkatnya kebutuhan dalam negeri akan minyak.

Sudah saatnya kaum muda memberikan alternatif solusi, dan mengobarkan kembali semangat nasionalisme dalam arti yang luas. Sehingga boneka-boneka kapitalisme yang di indonesia bisa kalahkan, dan bisa diseret kemeja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sudah saatnya pula militer pulang kebaraknya, tidak berpolitik untuk meningkatkan profesinalitasnya dalam hal pertahanan dan keamanan. Sehingga pada masa yang akan datang, musuh nyata kita neo liberalisme dan kaki tangannnya termasuk AS bisa kalahkan. Bangkit Indonesia bangun kembali, kejayaan mu dimasa lalu…!

Maka berpegang teguhlah kepada wahyu yang diturunkan kepadamu. sesungguhnnya kamu berada dijalan yang lurus.
(Az-Zukhruf : 43)
Maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya engkau dalam kebenaran yang nyata. (An-Naml : 79)
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Ar-rad : 11)

 

Oleh: macandunia | 16 62009pUTC02bUTCSat, 21 Feb 2009 04:13:36 +0000 2008

PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL

Seri Psikologi klinis
PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan
Hanya sedikit yang lebih menyenangkan dari kehidupan selain perilaku seksual, karena perasaan seksual merupakan bagian dari perkembangan dan fungsi sehari-hari. Aktivitas seksual sangat berhubungan dengan kepuasan dari kebutuhan dasar, dan perilaku seksual sangat dihubungkan dengan harga diri kita. Perilaku seksual adalah fokus utama baik pada pikiran individu ataupun opini umum, dengan kata lain perilaku seksual yang abnormal lebih menarik untuk hampir semua orang, dari pada fungsi yang normal. Kebanyakan orang tertarik pada permasalahan seksual orang lain dan khawatir akan ketidak normalan seksual mereka.

Masyarakat kita sangat ingin tahu tentang ketidaknormalan perilaku seksual dan sebaliknya banyak orang malu punya masalah ini dan merasa terbebani dari kedekatan, rasa bersalah, membenci diri sendiri sebagai konsekuensinya.Ada dua macam penyimpangan seksual yaitu penyimpangan fungsi seksual dan paraphilias. Orang dengan disfungsi seksual tidak dapat berfungsi secara normal dalam respon seksual, mereka mungkin tidak dapat membangkitkan seksualnya. Orang dengan paraphilias bisa kambuh dan sering menimbulkan keinginan seks dan membangkitkan fantasi seksual dalam merespon obyek-obyek seksual ataupun situasi yang ditimbulkan dengan aktivitas seksual melalui seorang anak kecil atau dengan memperlihatkan alat kelamin dengan orang lain.

B. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memperkuat teori mengenai penyimpangan seksual dan cara menanggulanginya. Sehingga bisa menambah wacana tentang bagaimana cara mengatasi penyimpangan seksual.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Disfungsi Seksual
Disfungsi seksual adalah tidak berfungsinya alat kelamin laki-laki ataupun wanita dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kegagalan ereksi pada laki-laki, dan kesukaran orgasme pada wanita. Penyebab umumnya adalah pada pengalaman mereka, frustasi, rasa bersalah karena gagal, kehilangan harga diri, dan masalah emosional dengan pasangan seksual. Semua itu adalah efek psikologis yang khas dari disfungsi seksual. Disfungsi seksual umumnya menyebabkan perceraian dan jika beruntung pada sebagian disfungsi dapat diobati dengan terapi keberanian.

B. Type Disfungsi Seksual
Dsm-III- R menggolongkan disfungsi seksual berdasarkan tahap-tahap pertukaran respon seksual, sebagai penjelasan pertama oleh penelitian William Master dan Virginia Jonson (1966), ditambah oleh ahli terapi seks didefinisikan dalam bukunya yang berjudul “Pembuka Penyimpangan” (1974,1977). Dalam klasifikasi ini disfungsi seksual didefinisikan “pembuka penyimpangan psikologis yang membuat tidak mungkin individu untuk menikmati senggama”
Disfungsi dapat mempengaruhi pada tiga tingkatan pertama dari perputaran, yaitu:

1. Tahap keinginan, tahap rangsangan, tahap orgasme.
Ada juga tahap yang lain yaitu resolusi, tetapi sebagai perilaku sederhana dari relaksasi dan penurunan hasrat yang mengikuti orgasme tidak ada dalam pengelompokan disfungsi. Tahap keinginan terdiri dari perasaan mendesak untuk melakukan seks, mempunyai fantasi seksual dan keinginan sex pada orang lain.
Disfungsi seksual yang dimasukan pada tahap keinginan yaitu hypoactive sexual dexire adalah kurang tertariknya dalam seks, dan sebagai hasilnya tingkatan yang rendah pada aktivitas seksual. Saat seseorang dengan melakukan seks, seseorang sering berfungsi secara normal, bahkan menikmati pengalamannya, tapi tidak menemukan kepuasan. Pasien dengan aversion sebaliknya, melakukan aktivitas seks yang tidak menyenangkan. Berdasarkan pengalaman hasrat dan kesenangan, pasien ini sering merasakan perubahan, kemualan dan ketakutan.

2. Tahapan Rangsangan Seksual Ditandai Oleh Rangsangan Fisik Secara Umum.
Misalnya perubahan kecepatan detak jantung, tensi otot, tekanan darah, pernafasan dan perubahan khusus didaerah panggul. Dorongan pada panggul disebut Pelvic Vasocongestion, membuat ereksi penis pada laki-laki dan membesarnya clitoris, labia dan memproduksi lebrikasi vaginal pada wanita. Disfungsi pada tahap ini adalah male erectile disorder (impoten) dan female arausal disorder. Versi awal dari DSM tidak membedakan antara hasrat fisik dan pengalaman subyektif dari hasrat emosional dan ahli terapi seks memperhitungkan lebih detail sistem klasifikasi yang dibutuhkan (Scahover, 1982).
DSM-III-R mendefenisikan penyimpangan rangsangan seksual meliputi penyimpangan atau penambahan besar genetal wanita, penis tidak dapat ereksi, kurangnya perasaan subyektif dari hasrat seksual dan kesenangan baik pada wanita atau pada laki-laki.

3. Tahap Orgasme Dari Perputaran Respon Seksual dan Kontraksi Otot Bagian Panggul.
Umumnya disfungsi seksual laki-laki pada tahap ini adalah ejakulasi dini yang didefenisikan sebagai ejakulasi dengan stimulus sebelum pada atau sesudah penetrasi dan sebelum orang mengharapkannya (APA, 1987, P-295). Kadang-kadang seorang laki-laki tidak dapat mencapai orgasme, walaupun stimulusnya cukup, hal ini disebut inhibited male orgasm (DSM-III-R), tapi sering diartikan sebagai ejakulasi dini, kemampuan ejakulasi yang lambat pada wanita disebut inhibited female orgams (DSM-III-R). DSM-III-R membuat 2 daftar disfungsi lain sebagai sexual pain disorder atau adanya rasa sakit pada aktivitas seksual, vaginimus, kejang otot sekitar vagina, tempat masuknya penis, disparaneuca berarti sakit pada alat genital selama aktivitas seksual, ini jarang terjadi pada laki-laki.

C. Penyebab Disfungsi Seksual
Teori penyebab disfungsi seksual berpusat pada pengaruh masa kecil yang belajar tentang seks, sikap dan kepercayaan yang problematik, penyebab biologis seperti efek penyakit dan pengobatan, faktor psikodinamik individu, dan masalah hubungan dengan orang lain. Definisi dari rendahnya hasrat seksual kadang bermasalah, DSM-III-R mendefinisikan disfungsi ini sebagai persistently atau penurunan yang berulang atau absennya fantasi seksual dan hasrat untuk aktivitas seksual. (Blum Stein dan Schwartz, 1983), mengindikasikan bahwa rata-rata frekuensi seksual adalah dua atau tiga kali seminggu untuk pasangan menikah.
Sebenarnya hampir semua kasus memperlihatkan dalam terapi seks tidak hanya meliputi hasrat seksual yang hipoactive, tetapi sebenarnya tidak efisiennya hasrat seksual (Loppiccolo dan Friendman, 1988). Pasien ini tidak punya ketertarikan apa lagi dalam hubungan seksual dengan pasangannya, tidak onani dan tidak punya fantasi seksual. Dorongan seks ditentukan oleh kombinasi faktor fisik dan psikologis, tetapi kondisi fisik tertentu dapat menurunkan dorongan seksual.

Beberapa obat terlarang, baik prenscription dan illicit dapat mendorong atau meningkatkan hasrat seksual (Segraver, 1988), hampir semua obat psikotropika mempengaruhi tingkat neurotransmiter seperti dopamin atau serotin, yang nampaknya menimbulkan atau meningkatkan hasrat seksual, illicit drug seperti kokain, marijuana, ampheramina dan heroin dapat meningkatkan hasrat seksual dalam dosis yang rendah (Bancroft, 1989).
Sakit fisik yang kronis juga dapat menekan dorongan seks (Bullard, 1988), rendahnya dorongan seks dapat disebabkan oleh efek peyakit tersebut, efek pengobatan pada hormon seks atau akibat dari stress, sakit, dan depresi juga dapat mempengaruhi dorongan seksual. Penyebab psikologis lebih bervariasi dan kompleks, faktor situasional seperti perceraian, kematian keluarga, stress pekerjaan dapat menyebabkan hipoaktif hasrat seksual (Kaplan, 1979)

III. PEMBAHASAN
Psikoanalisis dari Freud menyebutkan bahwa disfungsi seksual disebabkan oleh kegagalan untuk melawan tahap perkembangan psikoseksual pada masa anak-anak. Menurut teori behavioral, disfungsi seksual merupakan akibat dari ketakutan yang diketahui untuk menutupi respon seksual.

Jenis-Jenis Disfungsi Seksual dan Treatment Penyembuhannya:
1. Hipoactive Hasrat Seksual dan Keengganan seksual
Disfungsi ini membutuhkan program lebih lama dan lebih kompleks dari yang lain. (Jerri Frienman dan Lopicole, 1988), menjelaskan ada 4 elemen:
a. Tahap pertama disebut affectual awarness (mempengaruhi kesadaran) berpusat pada membantu klein menjadi sadar pada emosi negatif mengenai seks.
b. Tahap kedua disebut insight, membatu klien mengerti mengapa mereka mempunyai emosi negatif yang diidentifikasi pada fase pertama.
c. Tahap ketiga disebut cognitive and emotional change, pada tahap ini teknik kognitif diaplikasikan pada pemikiran rasional dan emosi yang menghalangi hasrat seksual. Klien membangkitkan “coping statements” yang membantu mereka mengubah emosi negatif dan pemikiran negatif.
d. Tahap keempat terdiri dari keahlian behavioral interventiens atau campur tangan lingkungan. Pada tahap ini kemampuan training, dan terapi prosedur seks umum yang lain diperkenalkan, dorongan seks dipertinggi dengan berbagai cara seperti membaca buku tentang seks, menonton film yang isinya adegan erotis, dan lainnya.

2. Kegagalan Ereksi
Perlakuan pada kegagalan ereksi juga terdiri dari pengurangan ketakutan performansi dan penambahan stimulus, selama berpusat pada sensasi, pasangannya belajar mengoda, jika ia dapat ereksi dari respon itu, mereka menghentikan sampai tidak lagi ereksi. Latihan ini mengajari mereka bahwa ereksi terjadi secara alami dalam merespon stimulus.

3. Ejakulasi Dini.
Dengan prosedur “berhenti – mulai”, penis distimulus sampai laki-laki sangat terangsang. Pasangan mengistirahatkan sampai rangsangan mereda, lalu stimulasi dimulai lagi, hal ini diulangi beberapa kali.

4. Halangan Ejakulasi
Halangan orgasme laki-laki dengan mengurangi ketakutan performansi dan menambah stimulus yang cukup memadai. Pasangan wanita diminta untuk mengusap-usap penis secara manual sampai laki-laki terangsang, tetapi stimulus itu berhenti saat laki-laki merasa sudah dekat dengan orgasme.

5. Disfungsi Rangsangan dan Orgasme Pada Wanita
Treatmennya termasuk eksplorasi diri, kesadaran badan, dan latihan masturbasi langsung (Heiman & Lopiccolo, 1988).
Direct masturbation mempunyai 9 tahap:
1. Wanita menggunakan diagram dan membaca benda-benda sederhana untuk mempelajari badannya, alat kelaminnya dan respon seksual wanita.
2. Ia menjelajahi badannya dengan sentuhan.
3. Terdiri dari area peka erotik, berpusat pada payudara dan alat kelamin, terutama klitoris.
4. Stimulus aktual pada daerah (no.3), masturbasi.
5. Masturbasi erotik diikuti oleh gambaran seksual, cerita dan fanstasinya sendiri.
6. Ada 3 element:
a. Jika wanita belum pernah orgasme, ia akan mulai dengan getaran elektronik untuk menambah intensitas stimulus.
b. Ia akan diminta berperilaku orgasme yang sangat berlebihan.
c. Ia akan mengunakan “orgasme triggers (pemicu orgasme)” seperti mempercepat atau menambah nafas, mengerutkan otot panggul, mengeraskan otot kaki dan mendorongkan panggulnya.
7. Latihan dalam komunikasi dan keahlian seksual untuk mendemontrasikan kepasangan, bagaimana ia suka disentuh dan bagaiman ia dapat orgasme.
8. Pasangan membawanya orgasme dengan stimulus manual, oral atau getaran.
9. Laki-laki dan wanita mempraktekkan dalam posisi yang mengijinkan satu atau yang lain untuk melanjutkan menstimulus distorisnya saat penis di dalam vagina.

6. Vaginimus

Pasien vaginimus berlatih mengkerutkan dan mengendurkan otot pubolo ceygeal yang telah disebut sebelumnya, adalah bagian dasar atau bagian bawah pelvic dan sekitar vagina sampai mereka dapat mengontrol otot vaginanya. Untuk menghilangkan ketakutan penetrasi terhadap alat secara berangsur-angsur melebarkan, yang mereka masukan pada vagina mereka di rumah dan dengan cara mereka sendiri, sehinga mereka tidak trauma. Lalu saat wanita dapat dengan nyaman memasukan dilators terbesar, ia mulai menuntun pasangannya seperti ia memasukan dilators secara perlahan

7. Dyspareunia
Sejak psychogenic dengan pareunia diketahui disebabkan oleh penurunan rangsang, prosedur terapi seks umum dan teknik kasus yang digunakan, misalnya saat rasa sakit disebabkan luka, pasangan bisa mengambil posisi yang tidak meletakan atau menekan pada daerah yang sakit atau daerah yang terluka.
8. Paraphilias
Orang yang paraphilias mempunyai dorongan seksual yang berulang-ulang dan tetap, fantasi dorongan seksualnya baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak ataupun pada temannya sendiri. Fetishism adalah dorongan seksual yang tetap dan berulang-ulang. Fantasi dorongan seksual ini meliputi pengunaan benda mati atau bagian tubuh lainnya. Biasanya penyimpangan ini terjadi pada remaja awal. Hampir semua benda dapat menjadi pusat dari fetishism, dari telinga sampai pakaian dalam (Raphling, 1989)
Kaum behavior kadang-kadang menggunakan aversion terapi untuk fetishism, di satu study digunakan elektrik shock pada lengan dan kaki, saat membayangkan obyek. Setelah dua minggu memperlihatkan kemajuan, teknik aversion yang lain yaitu covettensitization adalah fetishism dipakai untuk membayangkan sesuatu yang menyenangkan tetapi benda yang tidak diinginkan dan berulang untuk memasang bayangan ini, dengan bayang stimulus yang tidak diinginkan, sampai obyek dari kesenangannya tidak merangsang.
9. Transvestic Fetishisme

Transvestic fetishisme juga dikenal sebagai transvestism atau cross-dressing, yaitu keinginan yang berulang dan dorongan untuk memakai pakaian lawan jenis untuk mencapai rangsangan seksual. Berdasarkan penelitian penyebabnya adalah pembiasaan memakai pakaian lawan jenis pada masa terdahulu atau pada masa anak-anak.


10. Pedophilia

Pedophilia adalah suka pada anak kecil dengan cara memandang, menyentuh, menarik hati dalam aktivitas seksual sederhana dan komplek dengan anak sebelum puber, biasanya 13 tahun kebawah. Beberapa pedophilia puas dengan gambar-gambar porno anak kecil, lainnya dorongan untuk memandang, mengendong atau menarik hati dalam hubungan seks dengan anak (Grinspoon,1986). Di satu study didapat bahwa 4% korban pedophilia adalah anak berumur 3 tahun kebawah, 28% umur 4-7 tahun, 40% 8-11 tahun (Mohr, 1964). Ini terjadi pada masa remaja awal.

11. Exhibitionism
Orang yang ekhibitionism mempunyai fantasi rangsangan seksual dengan memperlihatkan alat kelaminnya pada orang lain (Abel, 1989), selanjutnya hubungan seks dengan orang lain biasanya tidak ada keinginan atau usaha yang menjadi rangsangan adalah rasa kaget atau terkejut. Biasanya ini terjadi pada waktu sengang atau pada waktu stress hebat.
Exhibitionism terjadi karena kegagalan pendekatan pada lawan jenis dan mempunyai hubungan intrapersonal yang jelek. Sebagian penderita ini menikah tetapi tidak mendapatkan kepuasan (Blair & Langon, 1981 & Mehr Turner & Jerry, 1969). Banyak kekurangan dan ketakutan tentang kelaki-lakiannya dan kenyataan mempunyai hubungan yang kuat dengan ibu. Treatmennya sama dengan paraphilia.

12. Voyeurism
Orang yang mempunyai hasrat seksual yang tetap dan berulang untuk melihat orang saat telanjang atau orang yang sedang senggama. Voyeurism mungkin masturbasi saat atau sedang melihat ataupun mengintip. Biasanya mulai sebelum usia 15 tahun dan dapat menjadi kronis.
13. Frontheurism
Orang mempunyai hasrat seksual yang tetap dan berulang, dengan menyentuh atau mengusap tanpa persetujuan orangnya. Biasanya dilakukan ditempat ramai, hampir penderitanya adalah laki-laki. Mungkin memegang alat kelamin, pantat, payudara dengan tangannya, setelah usia 25 tahun perlahan-lahan hilang.
14. Sexual Masochism
Adalah pola secara berulang dan tetap pada dorongan seksual dan fantasi seksual dengan digigit, dihina, dipukul untuk membuat menderita dan kadang-kadang patner mengunakan alat untuk meyiksa. Ia memperoleh kepuasan dalam rasa sakit yang ia rasakan.
15. Sexual Sadisme
Pola secara berulang dan tetap pada dorongan seksual dan fantasi seksual dengan cara mendominasi, mengendalikan, menutup mata lawan, memotong, memegangi, bahkan membunuh korban. Penyebab adalah trauma saat kecil atau hal lain yang mengangu jiwanya dan terbawa sampai dewasa. Terkadang jika masochism dan sadisme menjadi pasangan, tidak ada keluhan apa-apa, tetapi berbeda jika pasangannya adalah orang yang normal.

IV. PENUTUP & KESIMPULAN

Disfungsi seksual adalah reaksi yang tidak semestinya atau tidak normal terhadap stimulus atau rangsangan seksual. Hal ini dipengaruhi oleh faktor psikologis maupun faktor fisik. Menurut Dsm-III-R disfungsi seksual mempengaruhi tiga tahap awal dari perilaku seksual yaitu; tahap keinginan, tahap rangsangan, tahap orgasme. Apabila ketiga tahap ini terganggu, maka perilaku seksual tidak berjalan semestinya dan kedua belah pihak (baik laki-laki atau wanita) tidak akan mengalami kepuasan yang maksimal.

Teori penyebab disfungsi seksual ini berpusat pada pengaruh masa kecil dan belajar tentang seksual, sikap dan kepercayaan yang problematik, kesemuanya itu adalah penyebab psikologis. Penyebab biologis seperti efek dari penyakit dan pengobatannya.
Jenis-jenis dari disfungsi seksual adalah seperti hipoactive hasrat seksual dan keengganan seksual, kegagalan ereksi, ejakulasi dini, halangan ejakulasi, disfungsi rangsangan dan orgasme pada wanita, vaginimus, dyspareunia, paraphilias, transvestic fetishisme, pedophilia, exhibitionism, voyeurism, frontheurism, seksual masochism, seksual sadism. Kesemuanya itu dapat dicegah atau diobati dengan terapi tertentu.


Daftar Pustaka

Chaplin, J.P. 2000, Kamus Lengkap Psikologi. Terjemahan : Kartini Kartono. Bandung : PT Grafindo Persada.
.Freud, S. Three essays on sexuality. In Standard edition.Vol.7.London : Hogart Press, 1953 (First German Edition, 1901).
.Freud, S. “Civilized” Sexual morality and modern nervous illness. In Standard edition.Vol.9.London : Hogart Press, 1955
Hawari, Dadang : Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa.Yogyakarta : PT. Dana Bhakti Prima Yasa.
Hall, C.S. & Lindzey, G. Teori – Teori Psikodinamik (Klinis).Terjemahan : Supratiknya, A.Yogyakarta : Kanisius
Nigel, C.& Grove, S. Mengenal Psikologi .Editor : Ricahard Appignasesi. Jakarta : Mizan.

Oleh: macandunia | 16 62008pUTC12bUTCSat, 20 Dec 2008 00:04:06 +0000 2008

Mari Dukung Perjuangan Hamas

Mari Dukung Perjuangan Hamas

Dr. Mahdi ‘Akif, Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin

 

Eramuslim.com–Rakyat Palestina berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan dalam arti sempit.

Bismillaahirrahmaanirrahiem. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang loyal kepadanya.

Hamas, Lubuk Perjuangan Umat

Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku. Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.

Karena itulah umat Islam Palestina telah mendapatkan naungan hingga seluruh rakyat Palestina mendukungnya dengan sepenuh hati. Kalaulah tidak karena tabir dan rintangan yang dibuat oleh pemerintah otonom, maka ribuan mungkin jutaan sukarelawan akan bergabung melawan penjajah untuk membebaskan negeri Palestina dan membersihkan kesucian Al-Quds serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.

Tipuan Politik

Seiring dengan perjalanan waktu, negara-negara besar menggunakan tipu daya dan kecurangan politik dalam melancarkan misinya. Fitnah dikobarkan di tengah revolusi rakyat Palestina. Di balik komoditas perjanjian damai, Zionis berusaha menggunakan kesempatan untuk meluaskan daerah jajahan dan mengokohkan pendudukan atas tanah Palestina serta membangun tembok pemisah, membunuh para pejuang kemerdekaan, memblokade Gaza, menghancurkan bangunan-bangunan penduduk, dan merusak pertanian-perkebunan.

Hamas Adalah Harapan Rakyat Palestina

Penyemangat gerakan perlawanan Islam Palestina terhadap Zionis adalah Hamas. Rakyat Palestina merasa bahwa harapan mereka dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan masa depan adalah Hamas. Mereka hidup berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan sempit.

Orang-orang Hamas tetap mengangkat senjata dan melakukan perlawanan mengusir penjajah. Memberikan pelayanan kepada rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Mereka mengamalkan nilai-nilai dan prinsip Islam dalam kehidupan. Inilah awal gerakan perlawanan bersenjata skala dunia yang berhasil menyedot potensi musuh-musuh Islam.

‘Gempa’ dan ‘Badai

Dari sini mulai terjadilah kegemparan kemudian terjadi badai dalam perang psikologis dan pemikiran di Palestina. Gempar terjadi di kalangan rekan-rekan seperjuangan dan negara-negara Arab serta negara-negara Barat, terlebih Amerika Serikat dan yang pasti adalah penjajah Israel.

Kegemparan ini masih terus terjadi sebelum Hamas mau melucuti prinsip dan syiar perjuangan mereka melawan Israel. Tekanan pertama yang mereka lakukan adalah dengan ancaman memutus bantuan kepada rakyat Palestina. Dalam rangkaian konspirasi internasional, bagaimana menlu AS tidak hanya dengan ancaman boikot saja dan tidak hanya memprovokasi sekutu Baratnya, tetapi juga mengajak negara-negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi dan negara-negara teluk untuk menghentikan dukungan dan bantuannya kepada rakyat Palestina.

Mereka menekan pemerintah daerah kawasan dengan argumen bahwa dukungan kepada pemerintahan Hamas di Palestina akan memperlambat perbaikan politik dan penerapan demokrasi serta langkah mundur dalam penghormatan hak asasi manusia.

Kewajiban Kita

Kewajiban kita terhadap saudara-saudara kita, rakyat Palestina dan Hamas agar kita dapat mencegah badai yang dihembuskan Zionis dan Amerika:

– Saya menyerukan untuk menertibkan kembali PLO dengan dasar kebangsaan yang murni dan sesuai dengan kriteria demokrasi.

– Saya mengajak warga Palestina di luar Palestina yang jumlahnya lebih dari warga yang tinggal di Palestina untuk mendukung saudara mereka yang tengah berjuang di Palestina secara moril dan materiil, politik, ekonomi dan sosial.

– Saya mengajak pemerintah negara-negara Arab untuk tidak tunduk kepada tekanan Amerika, bahkan kita harus meningkatkan sokongan kita kepada bangsa Palestina dalam perjuangannya mengusir penjajah Israel.

– Saya juga mengajak OKI untuk menggelar muktamar internasional negara-negara Islam untuk menguatkan dukungan kepada rakyat Palestina menghadapi konspirasi baru Zionis dan negara-negara Barat.

– Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina yang merupakan perwujudan dari pejuang terdepan dalam pembebasan Al-Quds dan tanah sucinya di Palestina.

– Terakhir, saya berikan dukungan khusus kepada Hamas, “Tsabatlah dengan prinsip kalian dan tetaplah pada jalan perjuangan kalian meski diterpa badai bertubi-tubi.

“Rakyat Palestina bersama kalian. Umat Islam bersama kalian. Bangsa Arab juga bersama kalian dan Allah di atas segala sesuatu tetap bersama kalian.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 7-8)

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)”

Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. keluarganya serta para sahabat.

Oleh: macandunia | 16 52008pUTC12bUTCFri, 19 Dec 2008 23:51:38 +0000 2008

Perpaduan Pendidikan Islam dan Sains

Perpaduan Pendidikan Islam dan Sains

(Sulthoni Akbar, Mahasiswa ITS, DPP GEMILANG)

Eramuslim.com- Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Jumlah yang begitu besar menjadikan sebuah keunggulan sekaligus masalah.

Keunggulan dapat diraih ketika, umat islam mampu menjadi frontier atau ujung tombak pembangunan negara dan perwujudan kemakmuran seluruh rakyat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman

. Sedangkan jumlah yang begitu besar juga bisa menjadi masalah, ketika umat islam tidak mampu mempraktekkan nilai-nilai keislaman, dan tidak mampu menunjukkan kualitasnya sebagai seorang muslim untuk mewujudkan kemakmuaran yang sesuai dengan tujuan penciptaan agar menjadi khalifah utusan Allah di bumi ini. Kenyataan sekarang yang terjadi adalah umat islam belum banyak berperan dalam menyelesaikan problem umat maupun bangsa.

Berbicara tentang sumber daya manusia, umat islam harusnya dapat memberikan konstribusi yang besar linier sebanding dengan jumlahnya. Akan tetapi, dengan kuantitas yang besar, ternyata belum sebanding dengan kualitasnya. Jadi sebenarnya, ada yang salah dengan sistem pendidikan yang dimiliki dan dipraktekkan oleh umat islam saat ini.

Mengapa demikian?. Karena sistem pendidikan yang erat dengan penyaluran ilmu akan mempengaruhi pola pikir, dan pikiran akan menentukan perilaku atau perbuatan. Jika sistem pendidikan salah, bisa jadi kebaikan ilmu akan lenyap. Bila dianalisis lebih jeli selama ini, khususnya sistem pendidikan islam seakan-akan terkotak-kotak antara urusan duniawi dengan urusan ukhrowi. Ada pemisahan antara keduanya.

Sehingga dari paradigma yang salah itu, menyebabkan umat islam belum mau ikut andil dan berpasrtisipasi banyak dalam agenda-agenda yang tidak ada hubungannya dengan agama. Sebagai permisalan, tentang sains. Sering kali umat islam fobia dan merasa sains bukan urusan agama. Jadi ada pemisahan antara urusan agama yang berorientasi akhirat dengan sains yang dianggap hanya berorientasi dunia saja.

Sejarah telah mencatat, pada awal abad VIII umat islam telah menorehkan tinta emas kemajuan iptek jauh sebelum terjadinya revolusi Industri yang diagung-agungkan bangsa Eropa . Kala itu, Ilmuwan-ilmuwan islam dapat meletakkan dasar kemajuan iptek yang tentu saja atas dasar agama.

Diantara ilmuwan seperti Abu Bakr Muhammad bin Zakariya ar-Razi (Razes [864-930 M]) yang dikenal sebagai ‘dokter Muslim terbesar’, atau pakar kedokteran Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina (Avicenna [981-1037 M]) yang hasil pemikirannya The Canon of Medicine (Al-Qanun fi At Tibb) menjadi rujukan utama ilmu kedokteran di eropa. Al Kawarijmi Jabir Ibnu Hayyan yang meninggal tahun 803 M disebut-sebut sebagai Bapak Kimia. Algoritma yang kita kenal dalam pelajaran matematik itu berasal dari nama seorang ahli matematik Muslim bernama Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi (770-840 M).

Ilmuwan islam telah diakui menjadi ”jembatan” yang menghubungkan Pra-revolusi dengan kemajuan eropa melalui revolusi industri yang sempat diklaim merubah dunia. Lantas apa yang menyebabkan Islam dapat bersinar kala itu?. Alasannya adalah peran islam dalam mengembangkan iptek sangatlah luar biasa.

Selain ilmuwan-ilmuwan yang bekerja keras, ditambah pemerintahan yang mendukung dengan rela menyewa penerjemah-penerjemah untuk menenjemahkan warisan-warisan ilmuan kuno Yunani. Sehingga nampak bahwa islam tidak hanya berorientasi pada agama, tetapi juga turut mengembangkan iptek yang sebelumnya dianggap berorientasi pada dunia.

Kondisi sekarang, memang bangsa barat khususnya Eropa dan Amerika sedang berada pada posisi roda diatas, mereka memegang peran yang siknifikan dalam menguasai dunia. Hal tersebut sesuai dengan Sunatullah yang menyebutkan bahwa pergiliran kekuasaan di antara manusia adalah sebuah kepastian.

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) …” Namun pergilirian ini terjadi, selain atas izin Allah, juga bergulir sesuai dengan sunatullah yang lain yaitu usaha keras bangsa Eropa dan Amerika dalam mengusai dunia, salah satu jalan adalah penguasaan sains.

Oleh karena itu umat islam harus mengusahakan agar roda itu terus berputar hingga suatu saat nanti giliran umat islam berada pada posisi diatas dengan cara memadukan islam dan sains melalui sistem pendidikan. Sehingga Umat islam dapat menggenggam dunia dengan sistem yang lebih baik dari sekarang.

Dan perlu dingat bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, bila kaum itu yang merubah keadaannya sendiri.

 

Profil Penulis

Sulthoni Akbar, lahir di Nganjuk Jawa Timur, 12 Juli 1988 mahasiswa S1 Jurusan Fisika Sains Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya). Aktif sebagai Ketua Kajian Strategis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ITS. E-mail : alkahfi_12@yahoo.co.id

 

(Kolom Pemuda & Mahasiswa) 

Oleh: macandunia | 16 52008pUTC12bUTCFri, 12 Dec 2008 07:37:26 +0000 2008

Menjadi Pedagang Muslim Yang Membawa Barokah

Menjadi Pedagang Muslim Yang Membawa Barokah

Oleh: Yudi Hermawan, S.Psi

 

“Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang bersyarikat (berbisnis) itu sebagian dari mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang beriman dan mengerjakan amal sholeh, dan amal sedikit mereka itu (QS Shaad 38:24)”

  

Nabi bersabda “Berdaganglah kamu, sebab lebih dari sepuluh bagian kehidupan, sembilan diantaranya dihasilkan dari berdagang.” Perdagangan memang memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding industri, pertanian, dan jasa. Perdagangan telah banyak menghatarkan orang menjadi  kaya raya dan menghantarkan suatu bangsa untuk dapat menguasai belahan dunia.

 

Dalam persepsi islam seorang pedagang haruslah memiliki modal dasar diantaranya :

1.      Bertanggungjawab, seseorang pedagang idealnya mampu menunaikan kewajibannya dan bertanggung jawab tidak hanya pada sesasama, tapi juga kepada Allah SWT. Allah berfirman :”…..Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahan) didunia…” (QS At-Takatsur 102 : 8).

2.      Mandiri, Seorang pedagang idealnya hendaknya tidak menggantungkan nasibnya pada belas kasihan orang lain selain pada kemandiriannya dalam bekerja. Allah  SWT berfirman:”…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah keadaannya sendiri….” (QS Al-Ra’d 13 : 11)

3.      Kreatif , Seorang pedagang idealnya tidak pernah kehabisan akal dalam mengarungi kehidupan ini. Terutama dalam menghadapi pesaing bisnisnya. Kegagalan dalam suatu usaha akan memacu kreatifitas berkarya dalam bentuk dan cara yang lain. Allah berfirman : ”…..maka menyebarlah kamu sekalian dimuka bumi dan carilah keutamaan Allah….” (QS Al-Jumu’ah 62: 10).

4.      Mampu mengambil pelajaran dari pengalaman, seorang pedagang idealnya selalu menjadikan kegagalan maupun kesuksesan yang telah diperolehnya sebagai guru yang paling baik. Hal ini memberikan pembelajaran untuk mengambil langkah dan strategi yang tepat dimasa yang akan datang.

5.      Selalu optimis dan tidak pernah putus asa, seorang pedagang idealnya selalu memiliki sikap optimisme, sehingga muncul dalam dirinya kesungguhan tekad dalam berusaha dan akan menjadi pendorong disaat menemui kegagalan. Allah SWT berfirman: ”dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah selain orang-orang kafir.” (QS Yusuf 12 : 87)

6.      Jujur dan dapat dipercaya, seorang pedagang idealnya selalu mengutamakan sikap jujur dan dapat dipercaya. Karena hal inilah yang akan jadi penentu seseorang sukses dalam memperoleh kebahagiaan.

7.      Sabar dan tidak panik, seorang pedagang idealnya selalu sabar dan tidak panik manakala menemui kegagalan, melainkan ia selalu yakin dan percaya akan pertolongan Allah yang maha pengasih dan penyayang.

 

 

Oleh: macandunia | 16 32008pUTC11bUTCWed, 26 Nov 2008 07:04:18 +0000 2008

Pembelajaran dari Partai Islam Turki

Pembelajaran dari Partai Islam Turki 
 
Turki merupakan suatu negeri yang memiliki kisah panjang tentang jatuh bangunnya peradaban. Di negeri ini pula Islam pernah sedemikian bercahaya gemerlap tatkala Kekhalifahan Islam Turki Utsmani masih berdiri kokoh. Dan seorang Abdullah ‘Azzam, pernah pula berlinang airmata kesedihan ketika menulis satu demi satu kalimat yang diuntainya menjadi sebuah buku berjudul ‘Pelita Yang Hilang’. Turki merupakan pelita Islam di gerbang Eropa. Sebab itu, musuh-musuh Allah senantiasa berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan pelita tersebut.

Konspirasi Yahudi Internasional-lah, lewat seorang Yahudi dari Dumamah bernama Mustafa Kemal, yang meruntuhkan kekhalifahan Turki Ustmaniyah. Sejak itu, Mustafa Kemal menghancurkan semua simbol-simbol keIslaman dari negeri tersebut dan membunuh siapa saja yang berani menghalang-halanginya.

Setelah kekhalifahan hancur, Mustafa Kemal segera memberlakukan hokum sekularisme di negeri tersebut. Semua yang terkait dengan simbol-simbol keIslaman, walau sekecil apa pun, menjadi sesuatu yang dilarang. Barangsiapa yang masih mempergunakannya maka akan diseret ke penjara. Adzan pun yang di mana-mana mempergunakan bahasa Arab diganti dengan bahasa Turki. Allahu Akbar menjadi Allahu Buyuk. Jangan tanya soal hijab atau jilbab, semuanya dicampakkan jauh-jauh.

Sekularisme yang dilancarkan Mustafa Kemal didukung penuh oleh angkatan bersenjata Turki yang memang telah dikondisikan jauh-jauh hari oleh jaringan Yahudi Internasional. Sampai hari ini pun, militer Turki dikenal sebagai penjaga nilai-nilai sekularisme paling depan dan senantiasa siap untuk memberangus siapa pun yang ingin meruntuhkan nilai-nilai sekularisme Turki tersebut.

Sistem Sekuler Bernama Demokrasi

Sebelum berkuasanya Mustafa Kemal, Turki yang masih menganut sistem kekhalifahan menganut sistem Syuro, bukan demokrasi. Ada perbedaan sangat prinsipil di antara keduanya. Dalam sistem demokrasi, setiap orang memiliki satu suara, tidak perduli apakah dia itu seorang ulama yang bersih atau dia seorang koruptor, seorang pembunuh, seorang maling, seorang munafik, atau seorang penzina sekali pun. SIngkatnya, dalam demokrasi, suara ulama dan suara seorang penzina itu dianggap sama: satu suara.

Beda sekali dengan Syuro yang memang berasal dari Islam. Dalam sistem Syuro, orang-orang yang dikenal baik reputasinya, bersih, shalih, jauh dari hal-hal yang syubhat apalagi haram, memiliki keilmuan yang bagus, pemahaman yang lurus, dan semata-mata bekerja dan hidup demi menegakkan Islam, bukan ‘menunggangi’ Islam, maka orang-orang ini diangkat oleh khalifah dan duduk di dalam satu majelis yang disebut Majelis Syuro. Majelis yang berisi orang-orang yang bersih dan lurus, para ulama dalam arti sesungguhnya, dan menjadi wakil umat di dalam memutuskan segala apa yang diperlukan umat dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Walau demikian, rakyat kebanyakan bisa mengontrol Dewan Syuro ini dan memberi masukan-masukan yang sesuai dengan Islam. Jika ada pejabat negara yang sudah melakukan sesuatu hal yang keluar dari nilai-nilai Islam, maka umat berhak meminta Dewan Syuro agar mencopot orang tersebut dari jabatannya. Dan Dewan Syuro pun akan membahas hal tersebut bersama-sama dan memutuskan menurut kaidah Islam yang benar, bukan menurut kalkulasi politik praktis yang semata berdasar logika seorang manusia semata, apalagi berdasar kepentingan sesaat syahwat kekuasaan.

Di zaman Rasulullah, jabatan publik seperti hakim, gubernur, menteri, atau sebagainya merupakan amanah yang sangat berat pertanggungjawabannya di akherat kelak, sehingga banyak sahabat yang menolak ketika jabatan itu akan diserahkan kepadanya. Para sahabat dan para tabiin memahami dengan baik jika hakikat kemenangan dalam Islam diukur dari seberapa banyaknya umat yang telah menjalani hidup sesuai dengan syariat Islam. Makin banyak umat yang tebina, maka kondisi masyarakat, bangsa, dan negara dengan sendirinya juga akan semakin baik.

Hal ini beda dengan partai-partai sekuler yang mengukur hakikat kemenangannya semata dengan jumlah sudah berapa banyak posisi gubernur, menteri, dan jabatan publik lainnya berada di tangannya. Partai Islam tidak demikian karena lebih mengutamakan pembinaan terhadap manusianya, bukan posisi atau jabatannya yang sejatinya merupakan amanah yang sangat berat pertanggungjawabannya.

Para sahabat yang hidup berdampingan dengan Rasulullah saja banyak yang menolak jabatan, bahkan banyak yang menangis ketika dipaksa menerima jabatan tersebut. Beda sekali dengan zaman kini di mana banyak orang yang malah memburu jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara.

Di masa kekuasaan Mustafa Kemal, banyak aktivis Islam dijebloskan ke dalam penjara bahkan sampai harus menemui kematian. Sebab itu, dakwah dilakukan dengan sangat rahasia dan tertutup. Dalam kondisi masyarakat demikian maka tumbuh suburlah tarekat-tarekat sufiisme yang merupakan sebuah eskapisme dari kondisi masyarakat yang kering ruhiyah. Sejarah mencatat jika sufiisme selalu berkembang dengan pesat di saat tatanan masyarakat dan kekuasaan bersikap represif terhadap dakwah Islam.

Pelajaran berharga diambil oleh para aktivis Islam Turki saat angkatan bersenjata negeri tersebut mengkudeta Perdana Menteri Adnan Menderes dari Partai Demokrat yang berkuasa di tahun 1960-an. Saat berkuasa, Menderes melakukan sejumlah upaya yang dinilai militer Turki bisa menghancurkan asas sekularisme Turki seperti membolehkan adan kembali dilakukan dalam bahasa Arab, merenovasi masjid yang rusak, membuka kembali fakultas ushuludin, dan menghidupkan kembali lembaga penghapal Al-Qur’an.

Oleh militer Turki, Menderes bersama Ketua Parlemen Bultuqan, serta Menteri Luar Negeri Fathin Zaurli dijatuhi hukuman mati.

 
Walau ditekan dan ditindas penguasa sekuler Turki yang didukung penuh oleh angkatan bersenjatanya, Islam tidaklah lantas punah begitu saja dari negeri ini. Dalam kondisi seperti ini, seperti juga di banyak negeri lainnya, di Turki bermunculan aliran-aliran sufiisme dan tarekat yang berfungsi sebagai eskapisme dari aktivitas religius yang tidak menemukan salurannya. Aliran sufi dan tarekat Nusairiyah dianggap kelompok yang paling banyak pengikutnya. Bahkan di beberapa pelosok Turki, banyak warganya masih mengenakan identitas keIslaman seperti jilbab bagi perempuan dewasanya.

Penindasan terhadap Islam dan pemaksaan sistem hidup sekularisme ternyata juga tidak mampu membunuh kekuatan aktivitas politik Islam. Mereka memainkan strategi amat sangat cantik guna mengembalikan negeri ini kepada nilai-nilai Islam seperti halnya saat masa kegemilangan kekhalifahan Turki Utsmaniyah sebelum Yahudi dari Dumamah, si Mustafa Kemal, yang didukung oleh kekuatan jaringan Zionisme Internasional mengacak-acak dan menghancurkannya.

Harakah Islam di Turki berusaha kuat dan juga tentunya secara diam-diam menyebarkan dakwahnya dari satu Muslim ke Muslim lainnya. Mereka menggunakan taktik penyebarluasan dakwah Islam dari bawah ke atas. Gerakan ini memiliki logika sederhana bahwa jika sudah banyak rakyat Tuki yang terbina dengan baik, maka dengan sendirinya cahaya Islam pun akan kembali menerangi negeri ini, tanpa perlu bekerjasama dengan kubu-kubu musuh Allah terkecuali dalam keadaan yang kuat. Karena kerjasama dengan pihak musuh hanya akan bisa efektif jika posisi kita sendiri kuat melebihi musuh kita. Bukan sebaliknya.

Proses mengembalikan nilai-nilai Islam di Turki juga dilakukan dengan intensif di sektor-sektor strategis yang berpengaruh kuat terhadap pusat kekuasaan dan pusat kebijakan. Hal ini dilakukan dengan sangat professional dan tidak terburu-buru. Mereka tidak akan pernah memasukkan orangnya ke dalam pusat-pusat pemerintahan sebelum ‘infrastrukturnya’ tercipta dengan baik.

Profesionalisme dalam dakwah benar-benar diterapkan. Bagi aktivis Islam yang bergerak di bidang perekonomian, para pengusaha, dibiarkan tumbuh dengan cepat dan besar. Para politikus Islam tidak merongrong para pengusaha dan professional Muslim dengan alasan-alasan aktivitas politik butuh dana untuk ini dan itu. Para pengusaha dan professional Muslim tidak dianggap sebagai ‘dompet satu-satunya’ bagi gerakan politik Islam. Aktivitas politik Islam di Turki dilakukan secara sabar dan bertahap, bukan meloncati marhalah yang ada.

Mereka dengan serius memperkuat eksistensi dirinya terlebih dahulu, bersungguh-sungguh melakukan pembinaan terhadap obyek dakwah, mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Yang tercipta tiap hari adalah kemunculan kader yang terus tumbuh dengan pesat, bukan orang-orang yang baru satu dua hari mengenal Islam lantas dikenakan kewajiban untuk juga merekrtut orang lainnya untuk mendukung kekuatan partai Islam. Mereka sadar, jika yang terakhir ini dilakukan maka ujung-ujungnya partai Islam akan kehilangan identitasnya sebagai partai dakwah, karena sudah tidak ada lagi perbedaan dengan partai-partai sekuler yang juga mengutamakan kuantitas ketimbang kualitas. Umat hanya dijadikan komoditas politik (baca: dimanfaatkan sementara waktu demi tujuan-tujuan jangka pendek), dan setelah itu ditinggalkan atau dilupakan. Ini adalah kebiasaan partai politik sekuler, dan sama sekali tidak boleh dilakukan oleh sebuah partai dakwah.

Beberapa gerakan politik Islam di Turki yang menerapkan cara ini antara lain gerakan An Nur, Refah, Fadhilah, Partai Keadilan dan Pembangunan, dan sebagainya. Kader-kader mereka antara lain adalah Necmetin Erbakan yang memimpin Partai Refah, sampai dengan Tayyip Erdogan, murid dari Erbakan, yang berjuang lewat Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Mereka tidak secara terang-terangan memusuhi pilar-pilar sekularisme, namun mereka juga tidak larut dalam aras utama politik sekularisme Turki, apalagi menggandeng kubu-kubu sekularis menjadi mitranya jika secara internal sendiri mereka lemah.

Selain kelompok-kelompok politik Islam di atas, ternyata di Turki juga menyimpan gerakan-gerakan Islam radikal yang bersikeras politik Islam harus dimunculkan dari atas ke bawah. Mereka ini diwakili oleh gerakan IBDA-C dan Hizbullah Turki. Mereka dengan tegas menyatakan akan mendirikan negara Islam Turki dengan segala cara, seperti revolusi dan gerakan-gerakan lainnya yang terinspirasi oleh revolusi Islam Iran yang dimotori Khomeini di tahun 1979.

Sejarah politik di Turki telah menunjukkan kepada kita bahwa rakyat akhirnya lebih memilih kekuatan politik Islam yang bersikap non-konfrontatif namun tetap lekat dengan nilai-nilai Islamnya. Racep Thayib Erdogan dengan AKP-nya yang simpatik berhasil mengantungi suara terbanyak di parlemen. Sejumlah langkah yang membuat kekuatan politik Islam ini bisa diterima oleh mayoritas rakyat Turki adalah sebagai berikut:

Pertama, dalam membangun kekuatan ‘Islam politiknya’, mereka terlebih dahulu melakukan pembinaan dan kaderisasi yang sungguh-sungguh. Mereka mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas dan membuang sikap tergesa-gesa apalagi ‘pengkarbitan’ kader. Dakwah ini mengalami perluasan yang luar biasa karena para kadernya memperlihatkan diri sebagai seorang Muslim yang baik, yang cerdas, sholih, profesional, namun tetap dekat dengan rakyat dengan menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan dan memiliki empati atau kepedulian sosial yang sangat tinggi, tidak sebatas jargon politis atau seruan dari atas mimbar-mimbar.

Mereka memperlihatkan satu kata dengan perbuatan kepada rakyat Turki. Mereka mengatakan hidup sederhana, ya mereka melakukan hal itu dalam kehidupan kesehariannya. Mereka mengatakan sebagai kelompok yang memiliki kepedulian sosial tinggi, ya mereka banyak mendirikan lembaga-lembaga sosial yang benar-benar bermanfaat pada rakyat banyak dalam jangka waktu yang lama dan bukan sebatas aksi-aksi politis yang bersifat sementara. Hal inilah yang menumbuhkan simpati rakyat kepada mereka, karena rakyat melihat mereka benar-benar beda, tidak sama dengan para politikus dari kubu sekularis.

Kedua, mereka mengutamakan profesionalitas dakwah. Mereka mempersilakan para kadernya memilih jalan dakwah di dunianya masing-masing. Yang politikus ya di jalan politik, yang pengusaha ya di bidang ekonomi, yang memiliki keahlian di bidang seni budaya ya di bidang tersebut. Antara satu bidang dengan bidang lainnya saling bekerjasama, namun tidak pernah mesin politik Islam mereka ‘menodong’ kader mereka yang bergerak di bidang ekonomi untuk membiayai pergerakan mereka dengan suatu kewajiban yang memberatkan si kader pengusaha tersebut. Mesin politik mereka digerakkan oleh keikhlasan dan asas profesionalitas, bukan dengan todong sana-sini apalagi bekerjasama dengan kubu-kubu lawan yang lebih kuat yang dalam ideologi tidak sejalan dengan dakwah Islam.

Sikap todong sana-sini untuk bisa menggerakkan mesin politik sesungguhnya menunjukkan jika mesin politik tersebut belum pada waktunya untuk bisa berjalan dan menunjukkan sikap terburu-buru yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan. Dakwah Islam harus dilakukan secara bertahap, dari marhalah ke marhalah, bukan dengan main lompat tali.

Hal-hal lainnya sungguh banyak. Namun secara garis besar bisa dikatakan, kekuatan politik Islam di Turki ini telah menunjukkan pembelajaran sangat berarti bagi saudara-saudaranya di seluruh dunia jika politik Islam memang harus dilakukan secara benar dan bersungguh-sungguh. Mereka memperjuangkan nilai-nilai Islam, tidak saja di mulut namun menunjukkannya kepada rakyat Turki bahwa mereka dan keluarga-keluarga mereka memang hidup meneladani RAsulullah SAW dan para sahabat serta para tabiin.

Kemenangan partai Islam di Turki merupakan kemenangan sebuah keteladanan yang telah berjalan lama dan panjang, bukan kemenangan semu yang hanya dicapai dengan memanfaatkan sentimen keIslaman rakyat Turki yang memang hampir seratus persen memeluk agama Islam. Keteladanan para qiyadah bersama dengan keluarganya dalam menjalani hidup di tengah rakyat Turki, di tengah para tetangganya, adalah kata kuncinya, bukan yang lain.

Menuju 2009: Partai Islam dan Negara

Lebih kurang setahun lagi bangsa Indonesia akan kembali menggelar pemilihan umum untuk memilih anggota badan legislatif dan eksekutif, anggota DPR dan Presiden serta wakilnya. Saat ini sudah banyak partai politik yang kembali mendekati rakyat dan menawarkan janji-janji muluknya yang kita tahu biasanya akan segera pupus setelah mereka berkuasa.

Bukan rahasia umum lagi jika rakyat banyak hanyalah sebagai komoditas politik, yang didekati, digadang-gadang, dibujuk-bujuk, diberi berbagai bingkisan dan uang, hanya sekali dalam lima tahun, setelah itu terlupakan.

Sekali dalam lima tahun rakyat dijanjikan akan berubah nasibnya menjadi lebih baik, namun pada kenyatannya, yang berubah nasibnya menjadi lebih baik hanyalah mereka yang berhasil ‘menipu’ rakyat. Nasib rakyat sama saja dari hari ke hari, tetap hidup dalam kubangan lumpur penderitaan, penindasan, dan kesewenang-wenangan. Sebaliknya, banyak pengurus partai yang tadinya pengangguran, kini berubah hidupnya seratus delapan puluh derajat menjadi makmur dan sejahtera. Kerja hanya lima tahun, tidak berprestasi, dan setelah itu menikmati uang pesangon seumur hidup. Ini semua berasal dari uang rakyat yang diperoleh rakyat dengan susah payah, bercucuran keringat, bahkan hingga mengeluarkan darah dan airmata.

Bagaimana kiprah partai Islam dan kenyataan di depan mata yang demikian menyedihkan ini? Apakah partai Islam berhasil survive dan tetap komit dengan nilai-nilai Islam yang berpihak kepada al-haq dan sangat memusuhi kebathilan? Mampukah partai Islam menghancurkan kezaliman dan memberikan cahaya pengharapan kepada rakyat? Dengan kata lain, mampukah partai Islam sungguh-sungguh memperjuangkan nasib umat dan menjadikan umat sebagai asset, bukan sebagai kuda tunggangan yang dimanfaatkan tiap lima tahun sekali demi syahwat kekuasaan segelintir orang di dalamnya dengan berkedok sebagai dakwah?

Dalam laporan khusus, eramuslim.com tertarik untuk mengulas semua ini tanpa berpretensi apa pun. Kami akan mengulas sejumlah partai Islam di beberapa negara seperti Turki, Aljazair, Mesir, Lebanon, Malaysia, dan lainnya. Kami hanya bermaksud agar kita semua mengetahui sepak terjang partai-partai Islam di berbagai negara tersebut, bagaimana mereka mengelola dan merekrut kader-kadernya, bagaimana mereka memperjuangkan dakwah Islam di negerinya, dan sebagainya. Mudah-mudahan, sajian berseri dari Kami ini bisa untuk dijadikan cermin atau pembanding.

Partai Islam di Turki

Untuk yang pertama Kami akan mengajak Anda semua menengok Turki, sebuah negeri Islam yang berada di dua benua, Eropa dan Asia. Turki memiliki sejarah Islam yang gilang gemilang, bahkan Kekhalifahan Islam pernah bersinar secara amat terang di negeri ini. Dan secara amat mengagetkan, ketika kekhalifahan Turki berakhir akibat konspirasi Yahudi Internasional dan seorang Yahudi dari DUmamah bernama Mustafa Kemal naik menjadi penguasa negeri tersebut, Islam secara cepat dihabiskan. Jilbab dilarang, bahkan adzan pun harus menggunakan bahasa Turki.

Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Sebuah mutiara akan tetap bersinar dengan indah berkilauan, walau dibenamkan ke dalam Lumpur yang paling pekat sekali pun, ” maka demikianlah Islam di Turki. Walau penguasa Yahudi tersebut berupaya mati-matian menghancurkan Islam, namun Allah SWT tetap memelihara Islam di Turki sehingga Islam tidak pernah benar-benar habis di negeri itu.

Bahkan secara perlahan namun pasti, Partai Islam menggeliat dan dalam pemilihan umum tahun 2007 berhasil mendudukan seorang kadernya sebagai orang nomor satu di Turki. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh Mustafa Kemal!

Bahkan baru-baru ini, lewat sebuah referendum, jilbab diperbolehkan kembali berkibar. Partai Islam di Turki merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik untuk dikaji. Tunggu sajian kami! (rizki)

di Posting: 5 November 2008

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.